Diposkan pada Islam, Momentum, Refleksi

Pake Iman Go!

Alhamdulillah bisa menyerap momentum yang cukup menyadarkan diri tentang sebuah pijakan yang sering terlupakan. Sebuah cara pandang keimanan yang utuh. Ini soal kepemilikan relatif dan mutlak. Jika selama ini, kita cenderung galau dengan urusan dunia, berarti iman kita tidak GO. Ya, iman tengah membeku dalam kepala. Sekadar hafal rukun iman dan teorinya, tapi tak membekas dalam perbuatan.

Dr. Roni Nugraha, penulis buku Novel Ngugudag Guratan Takdir, memaparkan materi aqidah/tauhid ini dengan analogi sederhana. Siapa sangka lagu anak-anak selama ini membuat iman meluntur karena muncul rasa posesif atas segala sesuatu. “Balonku” misalnya. Lagu ini membuat anak-anak menjadi kacau saat balonnya meletus. “Topi Saya Bundar” berbeda lagi. Lagu ini memberikan pemahaman segala sesuatu harus sesuai keinginan. Ah, betapa hal sepele soal lagu pun begitu berpengaruh pada akar keimanan. Nah, apalagi lagu-lagu lain yang sarat muatan asmara, galau, merana, dan sebagainya. Semakin melunturkan keimanan kita. Astaghfiruka Rabbi…

Saat iman hanya sebatas teori di kepala, seseorang tak bisa dikatakan beriman. Saat imannya tidak GO, bisa jadi dia tak bisa bersikap dengan tepat dalam memanfaatkan momentum. Misal, saat peristiwa gerhana bulan, seseorang yang imannya beku bisa jadi hanya fokus pada aktivitas meneropong langit. Padahal seharusnya mendirikan sholat gerhana sesuai syariat yang ditentukan. 

Pengajian rutin perdana ini membuat saya terus bertanya-tanya pada diri. Apa kabar iman dalam hati? Sudahkah yakin semua yang ada di langit dan bumi adalah titipan? Sudahkah mengembalikan segala niat aktivitas untuk menguatkan akar keimanan?

Alhamdulillah, Allah berikan petunjuk bagi saya untuk menghadiri kesempatan ini. Setelah sekian lama vakum dari pertemuan yang menggugah, Allah memberikan peluang waktu untuk bermuwajahah (bertatap muka) dengan rekan seperjuangan Himi Persis dari berbagai generasi. Di sanalah saya pernah menambatkan gerak langkah semasa kuliah. Di sana saya pernah menempa diri sebagai aktivis yang senantiasa menakar intelektualitas dengan sumbu illahi. Sebuah nuansa yang benar-benar saya rindukan.

#ODOPfor99days 

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s