Essai, Foto dan Cerita, Momentum, perjalanan, Selaksa Rasa

Pertama Kali ke Pantai

Judul yang agak gimana ya πŸ˜…πŸ˜‚. Serius lho di usia 25 tahun ini, saya pertama kalinya menjejakkan kaki di hamparan pasir yang tersapu ombak. Alasannya keluarga saya sejak kecil bisa dibilang anti liburan yang jauh-jauh, sekali jauh paling ke rumah saudara di Labuan Banten yang cuma lihat pantai dari kejauhan. Itu pun karena ada kerabat yang meninggal. Pokoknya bisa dibilang, keluarga saya orang rumahan anti liburan. Piknik bukan prioritas utama atau kesekian. Saya paling bisa hiking bersama teman-teman saat sekolah dulu.

Nah, momentum ini begitu istimewa karena saya seperti makhluk asing yang baru mendarat di bumi (halah lebay). Melihat deretan pohon kelapa saja sudah amazing duluan, wah nuansa pantai begitu terasa. Apalagi setelah sampai di Batu Karas Pangandaran, rasanya ingin lompat-lompat menyambut ombak yang bergulung indah. Tapi ingat umur sudah anak satu pula. Yah agak jaim lah sambil selfie dikit-dikit. 😝

Subhanallah… Begitu indah ciptaanNya. Paduan warna laut, ombak, dan horizon langit yang seakan tanpa batas mata memandang. Bersyukur bisa menikmati momen wisata cuma-cuma 2 tahun sekali ini. Alhamdulillah yayasan tempat saya mengajar yang menghandle semuanya. Meskipun ada beberapa trouble tour dan travel yang tidak bisa dijelaskan di sini. Segala hal yang terjadi dan saya temukan membuat saya banyak belajar tentang karakter orang-orang saat tidak puas dengan pelayanan. Belajar tentang persiapan dalam sebuah perjalanan sesuai zonanya juga memburu oleh-oleh yang unik dan berguna.

Pantai Timur Pangandaran

Bagi Khanza yang juga pertama kali diajak ke pantai, pengalaman bermain pasir juga menjadi kesenangan tersendiri. Kalau tak diawasi dengan baik, Khanza nekat berlari ke laut dan diterjang ombak besar yang datang sesekali.Β 

Selama di pantai, saya bergantian dengan suami menjaga Khanza. Walaupun saya tak ikut basah-basahan karena pegang kamera, akhirnya ikut ganti baju juga karena menggendong Khanza yang diselimuti pasir pantai.

Bermain Pasir di Pantai Barat

Pengalaman kedua adalah nekat nyemplung ke sungai Green Canyon. Awalnya naik perahu saja niatnya, tapi teman saya yang bawa balita juga mengajak ikut terjun ke sungai pakai pelampung. Haduh, serem juga sih. Tapi… Ya sudahlah kapan lagi bisa menemukan momen begini. Berbekal nekat karena gak bisa berenang dan Bismillah… Bawa Khanza ikut berenang pakai pelampung kecil.

Alhasil, ceburan pertama berhasil bikin degdegan lebih kencang karena Khanza menangis histeris. Bukan karena takut air sebenarnya, tapi karena pelampung yang dipakai Khanza malah buat kepala Khanza turun ke air. Mungkin terlalu kebesaran juga sih buat anak 2 tahun. Pelampungnya saya lepas dan berusaha tidak panik sambil menenangkannya di tengah arus air yang cukup deras sambil berpegangan ke suami dibantu bapak pemandu body rafting. Khanza akhirnya berhenti menangis setelah kami sampai di bebatuan sungai untuk menepi. Pengalaman ini membuat saya terdorong untuk belajar renang dengan baik. Analoginya kalau di sungai besar saja, saya berani, Kenapa di kolam renang nggak bisa.

Liburan yang menyenangkan itu tak semudah ekspektasi di awal. Apalagi kalau bawa anak, pertimbangannya pasti anak nomor satu. Tentang masalah cuaca, keamanan tempat, dan menyiapkan perangkat yang dibutuhkan. Bagaimana menenangkan anak di perjalanan malam dengan kondisi tempat duduk bis yang agak sempit. Bagaimanapun pengalaman pertama ini begitu berharga bagi saya pribadi. Betapa kondisi sebenarnya harus bisa disyukuri dan bersabar dengan berbagai kejadian tak terduga.

Perjalanan yang berharga memperluas cara pandang kita memahami dunia.

#ODOPfor99days

Iklan

6 thoughts on “Pertama Kali ke Pantai”

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s