Sejenak Bertafakkur di Bangsal Rumah Sakit

Memandang sekeliling. Merasakan setiap detil pergerakan dan suasana berbeda. Qadarullah Ramadhan hari ke-4 ini mengunjungi ruang infeksius UGD. Sejenak memastikan rasa sakit begitu hebat di ulu hati yang dialami suami. Harap-harap cemas mendengar derap langkah tenaga paramedis.

Perlahan terlihat satu per satu mimik wajah yang nanar pasien dan penunggunya. Terdengar rintihan ngilu menahan rasa sakit di balik tirai berwarna hijau pastel. Saya dan suami mengunjungi ruangan ini untuk kedua kalinya. Pertama kali karena dehidrasi saat Februari lalu.  Bedanya kali ini, semuanya saya hadapi tak terlalu panik seperti pertama kali suami sakit. 

Nuansa berbuka hanya dengan air putih di bangsal membuat saya begitu menekuri setiap detik pergerakan lain. Suara pasien yang terbatuk-batuk, lantunan istighfar yang berulang-ulang, aroma minyak kayu putih dari pasien sebelah dan tatapan yang terus jatuh pada jarum jam. Karena saya masih mendampingi suami memastikan kondisi kesehatannya, Khanza akhirnya batal dijemput dan sementara tidur di rumah neneknya. 

Ramadhan di rumah sakit. Masuk pkl. 17.00, pulang pkl. 20.00. Hanya tiga jam. Namun, sejenak saja semuanya terbayang jelas dengan kondisi lain. Membayangkan bagaimana kondisi pasien yang sudah berbulan-bulan dirawat. Begitu tegarnya kerabat yang setia mendampingi. Tenaga medis yang menyesuaikan ritme Ramadhan dengan bertugas mulai dari sahur hingga berbuka atau sebaliknya. Menelusuri lorong-lorong dingin yang sepi saat menuju ke mushola RS.

Alhamdulillah untuk kesekian kali mendapat pelajaran lewat kejadian tak terduga. Saya tak berhak mempertanyakan mengapa ini terjadi. Ya, saya yakin ini sebentuk training dariNya. Training menjadi pribadi yang cekatan, empati pada sesama, dan survive dalam segala kondisi. Training sesungguhnya tak butuh teori berlembar-lembar. Rasanya ikut memaknai rasa sakit yang dialami yang lain. Terima kasih Ya Rabb, Engkau selalu berikan pelajaran berharga. Memberikan kami sejenak waktu untuk mensyukuri betapa berharganya suasana berbuka dan sahur di rumah. Penuh kehangatan bersama keluarga meskipun dengan menu sederhana dalam kondisi sehat. 

Benarlah sabda Sang Penyampai Risalah, Rasulullah saw., “Dua kenikmatan yang dapat memperdaya banyak manusia adalah sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari) 

#RamadhanInspiratif #day4 #challenge #aksara #ODOPfor99days

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s