Ayat Quran, Catatan Diri, Essai, ODOPers, Ramadhan Inspiratif, Work by Work

Apa yang Kita Lalaikan

Melafalkan satu per satu surat saat Tahfizh Camp membuat saya baper seketika ketika memaknai bacaan. Ada yang berdesir dalam benak ketika Allah memberikan peringatan demikian jelasnya lewat ayat-ayat dari Juz 30. 

Bergetar saat membaca barisan ayat tentang kekacauan hari Akhir. Seolah semua terbayang dalam benak, Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. (QS. Al-Infithar:1-4) 

Bagi saya, Allah memperingatkan tentang sebuah kualitas aktivitas dari hari ke hari. Apa yang telah dikerjakan? Apa yang telah dilalaikan? Saya akui, banyak hal yang masih terlewatkan karena saya merasa waktu 24 jam rasanya kadang tak cukup menuntaskan semua. Sibuk seharian di sekolah menyisakan sisa energi yang membawa diri untuk langsung merebah. Hingga tumpukan setrikaan dibiarkan menggunung, kain-kain jahitan terbengkalai, dan tersadar masih ada barang (janji) yang belum ditunaikan. Saat fisik menuntut rehat tapi belum seharusnya, yang ada malah lelah hati yang didapat. Aku mau istirahat, tapi memejamkan mata saja tak tenang, teriak batin. 

Laa haula walaa quwwata illa billah. Maka saya paksakan melawan rasa kantuk. Mulai menuntaskan apa yang harus segera ditunaikan. Memohon kekuatan agar pundak lebih tahan memikul tanggungjawab. Menyiapkan segala sesuatunya esok hari. Menyiapkan tulisan sebagai jejak dan reminder diri. Menjaga emosi tetap terkendali. Mencoba menahan keluhan pada anak dengan kalimat yang tak berguna dan membuat anak kecewa. Bunda cape, De. Adek maunya apa sih. Kalimat itu pernah terlontar saat Khanza masih energik meski waktu sudah pukul 10 malam. Setelah kalimat itu meluncur, emosinya berubah menjadi tantrum, putus asa, dan tidak mau terima dengan perlakuan apapun. Kata-kata. Iya, kuncinya pada kata-kata. Kita memang harus jujur mengatakan tetapi lebih baik memfilter diri sesuai kondisi. Saat lelah lebih baik cukup diri saja yang membingkai semuanya dan menghantarkan do’a di atas sajadahNya. MakhlukNya tak harus tahu itu semua. Karena tak akan ada energi yang bertambah, tak akan ada tepuk tangan yang menjadi kekuatan, tak akan ada jawaban kasihan sebagai pengganti kelelahan. Apa yang kamu lalaikan hari ini segera tuntaskan. Memohon padaNya agar selalu dikuatkan menyambut janjiNya. 

#RamadhanInspiratif #day19 #challenge #aksara #ODOPfor99days 

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s