Diposkan pada doodling, Essai, Islam, ODOPers, Ramadhan Inspiratif, Refleksi, Tafakkur

Celaka Karena Takaran

Allah telah jauh memberikan peringatan lebih dari 14 abad yang silam tentang kecurangan. Curang dalam menakar dan menimbang. 

Dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 1-3, Allah berfirman: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” 

Sering kita dapati para oknum pedagang yang menjadi “aktor” utama dalam liputan investigasi. Bagaimana mereka menjajakan dagangan dengan mengurangi kualitasnya. Menggganti bahan yang seharusnya dengan kepalsuan atau tiruan. Dibuat semirip mungkin dengan pewarna buatan. Menggantikan kealamian dengan menaburkan pengawet mayat. Mereka seolah bangga membeberkan semuanya tanpa malu, meski dengan suara disensor. 

Hingga diujung hari kita menjadi gemas dengan frase berbau curang seperti tahu atau mie berformalin, baso boraks, donat cairan lilin, kerupuk plastik, dan makanan mencolok dengan pewarna tekstil. Berhati-hati, iya. Tapi seringkali kita pun tak tahu bahan yang aman seperti apa. Karena para oknum pedagang ini pintar bersiasat dan menjual menyerupai aslinya.

“Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar.”(Al-Muthaffifin: 4-5)

Dari Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, bahwa mereka sama sekali tidak takut kepada hari berbangkit, yang di hari itu mereka akan diberdirikan di hadapan Tuhan Yang Mengetahui semua isi dan rahasia, untuk dimintai pertanggungjawabannya, yaitu di hari yang menakutkan karena banyak peristiwa yang dahsyat terjadi di hari itu lagi sangat mengerikan. Barang siapa yang merugi di hari itu, maka dimasukkanlah ia ke dalam neraka yang panas.

(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? (Al-Muthaffifin: 6)

Yakni mereka berdiri dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, lagi tidak berkhitan di tempat pemberhentian yang amat sulit, sesak, lagi menyengsarakan bagi orang yang durhaka, karena mereka diselimuti oleh murka Allah yang tiada suatu kekuatan pun atau panca indra pun yang mampu bertahan terhadapnya.

Hanya sebuah reminder di ujung malam, tentang perlunya berilmu agar mampu menakar dengan seimbang. Berhati-hati menetapkan ukuran. Karena balasan yang menyambut kelak, Allah tak pernah main-main dengan JanjiNya. 

#RamadhanInspiratif #day18 #challenge #aksara #ODOPfor99days

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s