Essai, ODOPers, Pendidikan, Ramadhan Inspiratif, SMP Hikmah Teladan

Pasca Input Nilai

PASCA INPUT NILAI

Ramadhan 1438 H ini, saya bergelut dengan penilaian akhir tahun pada mapel Prakarya/Keterampilan. Berjibaku dengan input nilai raport dari nilai harian, ulangan, proyek, penilaian tengah semester, dan akhir tahun, membuat saya terpekur lama memandangi deretan nama anak-anak yang masih di bawah KKM. Karena nilai yang memenuhi syarat adalah nilai yang mencukupi bahkan melampaui batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Banyak PR di balik “anak di bawah KKM”. Apa motif sebenarnya? Bagaimana bisa anak yang lain melampaui, sementara yang lain jauh di bawah KKM. Karena mereka tak sama. Ya, setiap anak memiliki potensi berbeda dalam mapel tertentu.

Biasanya anak-anak di bawah KKM ini terkendala dengan tidak mengumpulkan tugas, mengumpulkan melebihi deadline tugas, dan sama sekali tidak berinisiatif melakukan perbaikan. Ada yang harus diperbaiki lebih dalam. Mulai dari membangun motivasi dan inovasi yang tidak dijuduli “tugas”. Saya berusaha menghindari dalam pemberian tugas anak mencatat/menyalin terlalu banyak. Saya ingin mereka memanfaatkan gadget dan memahami pembelajaran dalam format berbeda.

Namun, evaluasi mendasar yang saya temukan di lapangan adalah tak semua anak memiliki kemampuan memberdayakan perangkat meskipun ponsel canggih sudah di tangan. Masih banyak alasan dilontarkan, seperti nggak punya kuota, nggak ada flashdisk, dan ujung-ujungnya malas mencatat poin penting dalam setiap pertemuan.

Dilematis memang. Satu sisi gadget canggih memperkaya sumber belajar dan kemudahan dalam membuat proyek. Sisi lain juga menumpulkan kemampuan berpikir mereka. Nggak mau nyatet, lebih pilih screenshot. Ada yang mengumpulkan seadanya dan baru ngeuh dengan tugas saat esok hari batas terakhir pengumpulan. Terkadang batas waktu yang lama hingga 2 pekan pun membuat anak terseok-seok keteteran mengerjakan dadakan.

Mungkin kesempatan selanjutnya, sistem yang berlaku sebisa mungkin One Meet, One Creation. Agar di hari itu progress per anak bisa langsung terlihat karena tidak membawa PR ke rumah. Saya akui satu tahun ini cukup repot dengan penulisan jurnal per anak bahkan absensi lengkap. Bagaimana kondisi mereka dari setiap pertemuan dan jejak berharga apa yang bisa dibagikan di akhir tahun pelajaran. Portofolio masih menjadi PR besar dari tahun ke tahun. Selain butuh energi untuk mendokumentasikan dan pengarsipan, juga butuh etalase khusus meliputi lemari produk anak dan direktori file besar bergiga-giga.

Keterampilan/Prakarya masih menjadi dunia saya tahun selanjutnya, setelah melepas samudera bahasa Indonesia 2 tahun yang lalu. Apa sih konsep besarnya? Reminder untuk diri agar tidak terlalu disibukkan oleh teknis namun lupa pada pencapaian mindset semua anak istimewa dan punya kreasi berbeda.

#RamadhanInspiratif #day17 #challenge #aksara #ODOPfor99days #kesibukanakhirtahunpelajaran

 

 

 

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s