Diposkan pada Bunsay IIP, doodling, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers, Ramadhan Inspiratif

Aliran Rasa Komunikasi Produktif : Menata Hati dan Kata

Subhanallah walhamdulillah. Tiba di penghujung bulan Ramadhan ini bertepatan dengan rampungnya materi Komunikasi Produktif Bunda Sayang IIP. Pencapaian dengan mendapatkan badge “I’m Responsible for My Communication Result” rasanya seperti alarm diri agar lebih ingat poin-poin KomProd dalam keseharian. Baik terhadap sesama terutama keluarga. 

Ladang Jihad Tanpa Henti 

Bermula dari pagi. Sesekali dihiasi jeritan, teriakan, dan tangisan Khanza enggan diajak mandi padahal bundanya perlu berangkat lebih pagi. Kadang kehabisan cara kalau sudah begini. Tapi begitu ingat tantangan 10 hari, saya perlu memperbaiki apa dan bagaimana setiap kalimat meluncur dari lisan. Sekadar memaksakan kehendak pada anak ataukah mengajak anak dan masuk ke dunianya? Bujukan, rayuan, bahkan pelukan kadang tak manjur karena tangisnya tetap membahana. Sejenak saya tinggalkan Khanza dengan masuk kamar mandi lebih dulu untuk mengatur nafas dan air muka agar lebih tenang. Begitu Khanza mengejar dan mengetuk pintu dengan terisak, saya membuka dan memeluknya. 

“Khanza main waterbeads. Yuk.” 

Tangisannya mulai mereda. Akhirnya ia bisa diajak mandi tanpa diberi judul, MANDI. 

Tantangan dengan anak mulai bisa dijalani. Namun dengan suami tak semudah yang dibayangkan. Ada malam-malam dimana kami tak saling bicara. Sibuk memendam emosi masing-masing ketika pembicaraan berujung menggantung. Hingga akhirnya suami memeluk dari belakang saat saya memilih menangis sendirian. Ada yang harus diperbaiki dalam diri. Mengutarakan keinginan tak butuh banyak kata terkadang, cukup dengan pelukan hangat dan mengawali dengan jujur, apa yang harus disampaikan dengan baik. 

Tantangan 10 hari memang sudah berlalu, tapi tidak dengan tantangan sebenarnya. Hari-hari kedepan tak selalu mulus. Tetap menata hati dan kata, apapun kondisinya. Menuntut terus-menerus agar suami dan anak sesuai ekspektasi hanya membuat lelah hati. Saatnya terlebih dulu memantaskan diri dengan mengamalkan apa yang sudah dipelajari agar tak sekadar teori.

Titik awal itu bernama komunikasi. Bukan sekadar bicara, namun menata kata, suara, dan muka. Menata semua dalam interaksi sehari-hari.

#RamadhanInspiratif #day26 #challenge #aksara #ODOPfor99days #aliranrasa #kuliahbunsayIIP

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s