Diposkan pada Essai, Inspiring Report, Momentum, ODOPers, Ramadhan Inspiratif, Semesta

Kembali Menemui Pantai

Menemui pantai lewat jalur pegunungan itu rasanya nano-nano menggemaskan dan mengundang mual. Sepanjang perjalanan disuguhi hamparan kebun teh dari Rancabali, jalan berkelok-kelok, tikungan tiada henti di Balegede dan Naringgul, juga disambut view laut saat memasuki daerah Cidaun, Cianjur Selatan.

Hawa dingin saat berangkat menyelimuti. Gerimis turun cukup deras membasahi terpal mobil yang kami naiki. Ya, kami berdolak ria. Menaiki mobil buntung dan menggelar karpet di belakang. Tak lupa perbekalan lengkap dibawa, mulai dari nasi lauk-pauk, cemilan, sampai baju untuk menginap semalam.

Akhirnya kami tembus perbatasan Cianjur Selatan dan memasuki wilayah Garut. Suhu berubah begitu drastis. Dari dingin menggigil 15°C menjadi panas terik 28°C. Kami pun melewati beberapa pantai yang sudah disemuti pengunjung. Liburan hari kedua Lebaran cukup membuat semua orang melakukan tren yang sama. Memanfaatkan momen dengan jalan-jalan ke pantai berdolak ria, meski sebagian memakai mobil pribadi. Lebaran tahun ini jauh berbeda. Bukan saja menemui sanak keluarga, tapi juga menemui birunya laut dari titik pemberangkatan Ciwidey. Merasakan obrolan renyah sambil menyusuri perjalanan tentang nostalgia masa lalu tentang jalan yang dilalui.

Begitu sampai area pantai, hawa panas khas pantai mulai menyambut. Kami pun memilih penginapan di pesisir pantai Santolo Indah dengan tarif Rp 400.000 untuk 1 kamar per malam. Tarif cukup mahal mengingat masih dalam rangka Lebaran. Karena tarif sebelumnya Rp 250.000 pada hari-hari biasa. Kami pun memanfaatkan ruang yang ada dengan personil 5 orang dalam 1 kamar. Saya, suami, Khanza, dan Bapak Ibu mertua. Tarif snack ringan dan air minum pun melangit harga dobel. Kadang memberi harga seenaknya bak harga bandara/ rest area. 

Malam hari begitu gerah meski kipas angin sudah berputar di level paling besar. Suara deburan ombak menemani ruang dengar di malam hari saat terjaga.

Aktivitas orang-orang di pantai pun selalu serupa di setiap wajah pantai yang pernah saya temui. Bermain pasir, naik seluncuran di atas ombak, banana boat, dan sekadar melipir di warung pinggir pantai. Menantikan sunset pun tak terlihat karena cuaca mendung dan turun gerimis sore hari. Bedanya mungkin suara kembang api bersahut-sahutan sejak Maghrib menuju malam. Mengusik ketenangan di penginapan. Atau orang-orang yang insomnia memilih memandang deburan ombak di laut yang gelap.

Polisi perairan pun tak henti memperingatkan para wisatawan yang nekat ke tengah laut untuk berenang. Banyak kejadian yang terjadi hingga menjadi perbincangan polisi. Tentang seorang ibu yang asyik selfie di tengah, sedangkan anaknya ketakutan sendiri dikejar ombak. Terlalu beresiko melepas anak dari pengawasan. Peringatan penting tentang fokus pada keselamatan diri. Mementingkan view bagus untuk selfie tapi lupa pada spot yang aman. Karena kita tak pernah tahu kapan ombak besar tiba-tiba menggulung.

Menemui pantai berarti cobaan untuk tak terlalu euforia di atasnya. Istilah orang sunda mah jangan kamalinaan. Tetap menjaga kehormatan diri dimana pun kapan pun. Menjaga prinsip “ana muslimun qobla kullu syai’in”.
“Nanti bunda kalau nyebur dari banana boat, mau dipegang sama orang lain?” ujar suami. Reminder tentang pergaulan dengan non mahram di tempat umum. Iya ya cukup riskan juga kalau mengikuti keinginan sendiri tanpa dibentengi iman. 

Memandangi tepian laut membuat diri membayangkan banyak hal. Histori Nabi Musa tentang membelahnya lautan untuk jalan sekaligus menenggelamkan Fir’aun dan balatentaranya. Menemui pantai membuat saya rindu dan lagi-lagi disergap waspada. Maha Suci Allah yang menciptakan ombak bergulung-gulung. Menjadikan perahu berlayar dengan tenang di atasnya. 

*Menyusuri Santolo – Sayang Heulang, Garut Selatan, 27 Juni 2017

#RamadhanInspiratif #day30 #challenge #aksara #ODOPfor99days

Iklan

Penulis:

Aku ingin punya ruang yang cukup tuk ekspresikan semua ide dan gagasanku untuk berbagi dengan yang lain. Di sinilah ruang itu...

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s