Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-17 : Saat Harus Ditinggal Pergi


Jika Sabtu menjadi waktu berkumpul keluarga, maka Sabtu ini Khanza kembali saya tinggal pergi untuk menunaikan amanah dalam sosialisasi program sekolah. Kemandirian apa yang ditumbuhkan? Saya rasa Khanza sudah terlalu banyak ditempa dengan proses kemandirian yang dialaminya sehari-sehari. Mandiri dalam soal ditinggal pergi. Kadang sesekali saya bawa ke sekolah saat tidak ada jam mengajar pada semester lalu. 

Mandiri itu ketika Khanza hari-hari biasa saya mengajar selalu siap dikondisikan. Bangun sejak Shubuh, mandi lebih pagi, dan bersiap berangkat sesekali dibonceng ayahnya di depan. Dan itu semua kadang tanpa keluhan. Seolah ia telah mengerti ritme hidup yang akan kami jalani tahun-tahun kedepan. 

Ada rasa yang mengganjal dalam tantangan melatih proses kemandirian ini. Sebuah rasa merasa tak sempurna. Melatihnya dalam waktu membersamai yang begitu terbatas. Terbayang kondisi ideal dalam benak, menemaninya sepanjang waktu di rumah, memberikan tantangan-tantangan dengan bermain dan beraktivitas bersama. Namun, saya harus menyesuaikan ritme sebagai ibu bekerja dengan mengajar full Senin-Jumat. 

Keceriaan Khanza mengalahkan rasa penat. Pagi sebelum berangkat ia bermain dengan kucing di teras sambil mengajak ngobrol. Mengamati dekat-dekat sambil berceloteh. Saya pun pelan-pelan pamit sambil menjinjing tas. Tiba-tiba ia berlari ke arah saya dan memeluk erat. Saya pergi diiringi isak tangisnya. Seakan menegaskan dan tak mau lepas dari pelukan. Khanza butuh bunda hari Sabtu dan Ahad. Kenapa ditinggal juga di hari libur.😢😭

Acara di sekolah berlangsung jelang sore. Saya menelpon ibu untuk memastikan Khanza baik-baik saja. Katanya sedang anteng bermain. Jam-jam pulang itu begitu mendebarkan hari ke hari. Ingin rasanya segera tiba dan memeluknya lebih erat. Benar saja, Khanza langsung berteriak girang di jendela ketika saya tiba. 😍😘

Proses mandiri ini terus berlanjut hingga nanti. Hingga Khanza siap menapaki fase aqil balighnya. Berupaya memaksimalkan ikhtiar dengan menyesuaikan ritme kehidupan yang berbeda. Mencoba tak terintimidasi dengan nada minor dalam diri ketika merasa lemah tak sempurna dibandingkan ibu-ibu di ranah domestik yang lain. Karena Allah memberikan jalan berbeda. Betapa rasa syukur membuat segala perbedaan begitu berharga pada setiap porsinya. 

#Level2 #tantangan10hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-16: Laporan dan Tanya-Jawab


Sebelum tidur, Khanza hari ini meminta “tita-tita” dulu 😅. Iyap, maksudnya ingin cerita-cerita dengan bundanya. Hari ini kemana saja, melakukan apa, dengan siapa. Pokoknya laporan sederhana meskipun tidak selengkap 5W 1H.

“De, hari ini kemana?”

Saya bertanya demikian karena berusaha mengonfirmasi postingan snapgram adik saya yang memuat Khanza sedang makan es krim.

“Ke omat, bun.” Omat di sini maksudnya nama sebuah minimarket yang tak jauh dari rumah.😊😅

“Sama bibi jalan kaki beli es krim. Es krimnya enak.” ujar Khanza dengan kalimat yang cukup beranak. Alhamdulillah momen ini semacam laporan berharga dan tanya-jawab sederhana sebelum tidur.

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-15 : Tahu Urutan Sebuah Aktivitas


Melatih anak mandiri adalah percaya bahwa dirinya bisa menuntaskan kebutuhannya dengan sedikit atau tanpa bantuan. “Cuci tangaaan, Nda.” Ia langsung meluncur menuju kamar mandi ketika tangannya sudah penuh coretan spidol bekasnya menulis. 

Meski belum sempurna benar alias masih ada bekas warna di tangannya. Alhamdulillah Khanza sudah mengerti tentang urutan mencuci tangan, dari mulai membuka pintu 😅 sampai menyeka tangan yang basah di pengering boneka. 

Ooya segala benda bisa beralihfungsi sesuai imajinasinya. Contohnya kaleng wafer jadi kursi putar. 😆

Memberikan kesempatan cuci tangan sendiri efeknya tentu baik tapi bunda harus rela mengganti baju atasan karena basah kuyup kena air keran. 😂😑

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-14 : Belajar Menyimpulkan 


Sepanjang perjalanan pulang jemput Khanza, seringkali menjadi momen mengobrol dan tanya jawab sederhana. Kalau dulu saat Khanza masih 1 tahun, tidur selalu menjadi andalan saat dibonceng motor. Maka sekarang Khanza memilih terjaga sambil melihat banyak hal di sisi jalan. 

“Itu apa, Nda? Ini apa?”

Saat melintasi jembatan layang, ia melihat ke samping sambil menimpali, “Itu toko ya. Banyak toko-toko di bawah.” 

Seketika saya kagum dibuatnya. Masya Allah, kosa katanya semakin bertambah hari ke hari. Bahkan kadang ia bisa mengaitkan kondisi terkini dengan celoteh khasnya. Menjawab pertanyaannya kadang dengan pertanyaan juga. 

“Khanza lagi apa?” ujarnya. “Hm lagi apa ya?” Ia pun menjawab dengan semangat. “Lagi lihat pesawat.” Benar saja, ia melihat ke atas sambil menunjuk pesawat yang terbang melambung ke atas. 

Saat tiba di rumah, Khanza kembali pada aktivitas mencorat-coret dengan spidol. Lucunya ia menyambungkan spidol satu dengan spidol lainnya. 

“Biar jadi warna merah, Nda.” 😁😅 Seolah saya sedang mendengar transfer warna lewat aksi lucunya. Belajar memberikan pernyataan lewat percobaan sederhana. Kemudian ia coba menutup spidol dengan tutup yang berwarna lain. 

“Mau minum ah.” Tanpa meminta, Khanza berlari ke arah dapur dan mengambil tempat minum sendiri. Saya hanya mengamatinya dari belakang dan ia pun kembali duduk di karpet. 

Alhamdulillah, fitrah belajar itu semakin kuat jika diberikan momentum. Memberikan sedikit saja kesempatan bisa terpancar dengan kuat, apalagi membersamainya dengan penuh. 

Menyimpulkan ekspresi 😅😆

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Essai

Melatih Kemandirian Hari ke-13 : Always Say No


Saat semua hal yang ditawarkan kadang berujung penolakan, inilah saatnya berlapang dada. Bukan saja ditolak pasangan 😆, tapi ditolak anak itu kadang buat perih, bingung harus bagaimana. 

Khanza hari ini menolak ditawari tidur. Keukeuh ingin main puzzle. Tadinya kalau ia segera tidur, berharap bundanya bisa menyetrika dengan leluasa. Menolak buang tisu bekasnya mengusap tangan yang dicorat-coret. Semua yang bunda tawarkan berujung dengan kalimat, “Nggak mau.. nda.. Ngga Mauu.” 

Bosan main puzzle, ia pun naik kasur minta dibacakan cerita oleh ayahnya. Khanza menyimak dengan anteng meski dengan posisi cuek. Kepala Khanza dimana, kepala ayahnya dimana. Saya pun sempat menyentuh tumpukan setrikaan. Tak lama kemudian, ayahnya ingin kebelet pipis sebentar. Otomatis saya menggantikannya untuk bercerita. Dicabutlah setrikaan yang sedang panas-panasnya. Okay baiklah merebah dan sambil membacakan buku untuk Khanza. Ternyata Khanza malah nggak mau dan serba salah saat saya ingin mengusap punggungnya. Katanya ingin sama ayah. Ayah kembali ke kamar. Tapi ayahnya juga nggak boleh menggantikan bundanya. Itu nggak mau, ini nggak mau. Menangis ujung-ujungnya. Saya yakin ia sudah mengantuk tapi masih memaksakan diri untuk melek. 

Saya ambil jurus diam seribu bahasa saat bujukan dan rayuan sudah tak lagi berguna. Saat saya berbalik ke sisi lain, Khanza mulai memeluk dari belakang sambil bilang, “Nda, Maaf…”. Ah, meleleh dibuatnya. Ia pun langsung luluh dan mau ditemani sampai tertidur. 

Kadang butuh waktu untuk anak menerima. Saat semua kadang diawali penolakan, siapkan mental sabar agar anak bisa berbalik mencari. Bersikap seolah mengabaikan tapi tetap menunggu responnya, juga bisa menjadi cara ampuh. Teknik pengabaian tapi tidak benar-benar mengabaikan. Kemandirian seringkali anak tetap pada pendirian tapi kita tetap siapkan alternatif agar anak bisa memilih kondisi. 

*terbangun setelah menemaninya tertidur dan menatap nanar pada setrikaan yang masih menggunung 😂😅

#MelatihKemandirian #Level2 #tantangan10hari #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Life Lesson for Mom, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-12 : Inisiatif Meminta


Di antara keinginan Khanza yang beragam dan tak terduga, sebenarnya saya pun sedang belajar darinya. Belajar untuk tak selalu meloloskan keinginannya, membimbingnya untuk mengendalikan diri, dan memberikan pengertian tentang tak semua yang diminta langsung terlaksana. 

Lalu apa yang terjadi jika saya langsung mengelak dari permintaannya? 

Kadang ia akan menangis dan berteriak. Lalu saya belajar satu hal lagi tentang pandai-pandai memberikan hal lain untuk mengalihkan perhatiannya. Misalnya, Khanza meminta naik permainan kuda saat saya mampir ke minimarket. Tadi itu sudah lewat Maghrib dan saya tak mungkin membiarkan Khanza kedinginan. Akhirnya saya coba berikan pengertian kalau malam kudanya sudah bobo. Nanti lagi ya. 😅

Di antara sekian keinginannya, saya belajar lagi dan lagi. Selain melatihnya mengendalikan diri juga belajar memberikan sejuta alternatif agar anak tetap dihargai tanpa dicederai hatinya. 

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-11 : Antara Mandiri dan Egosentris


Tak selamanya proses berjalan mulus, termasuk dalam melatih kemandirian. Ada kalanya berujung tangisan dan mencak-mencak kesal karena kesulitan. Mungkin itu juga pernah saya alami ketika sebelum menikah. 

Seperti halnya kemarin, Khanza tidak tidur siang karena seharian beraktivitas. Sampai-sampai piyamanya mesti diganti karena lengket belepotan makan jeruk sendiri. Saya menunda mengganti bajunya hingga ia mulai mengantuk. 

Mandiri itu kadang anak tak bicara apapun. Tahu-tahu saja barang sudah berantakan karena ia butuh sesuatu. Hari ini Khanza kembali membongkar satu jajar deretan buku untuk membaca buku cerita “Anak Muslim Cerdas”. Buku-buku pun berserakan di karpet. Sebelum saya memintanya membereskan, ia ternyata pup. Dibawalah ke kamar mandi sekaligus ganti baju. 
Setelah selesai membersihkan diri, ia kembali pada aktivitasnya. Buku dibereskan sebisanya dengan ditumpuk dan diselipkan. 

Sebenarnya Khanza sudah mengantuk tapi masih memaksakan diri memindahkan spidol warna ke box kecil. Ketika spidolnya tak cukup untuk ditutup rapat, ia menangis keras. Nah ini sudah puncaknya lelah tapi masih belum mau tidur. Akhirnya saya pun membuatkannya susu. Tak lama kemudian, Khanza tertidur pulas setelah susunya habis. 

Membersamai Khanza hari ini saya berpikir antara mandiri dan egosentris kadang beda tipis. Tapi tergantung bagaimana kita memandang. Khanza mungkin tak mau merepotkan bundanya dengan berinisiatif mengambil buku walau acak-acak dulu. 

Melatih kemandirian lagi-lagi mengajarkan saya tentang memberi kesempatan. Tetap mendampinginya dengan berusaha meminimalisir intervensi. Belajar menahan diri untuk tak selalu membantu “Sini sama Bunda.” Memberinya kesempatan berarti memberikannya ruang sesuai tempo kemampuannya. 

#Level2 #tantangan10hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days