Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-2 : Menggenggam Sesuap Nasi

Hari ini masih episode melatih kemandirian Khanza dengan makan sendiri. Kali ini tanpa sendok. Cukup dengan tangan kanannya dan Khanza mulai memasukkan suapan demi suapan nasi ke mulutnya dengan kepingan ayam tepung.

Khanza itu sudah mulai bisa mengungkapkan dan kadang keukeuh  jika menginginkan sesuatu. Pernah ia terbangun di dini hari dan tiba-tiba merengek ingin makan sayur asem. Saya dan suami melongo dengan kondisi dapur yang masih kosong melompong tanpa masakan. Jam 3 begini Khanza seperti menagih sahur. Jadilah saya coba mengalihkan perhatiannya pada sereal hangat. Awalnya menolak tapi mungkin karena lapar, Khanza mau mencicipi meski tidak sampai habis. Terkadang keinginannya impulsif dan cepat berubah-ubah. 

Keinginan rutin setiap mendapati tangannya agak lengket setelah pegang makanan dan mainan fundough,  ia pasti langsung berlari ke arah wastafel dan jinjit ingin cuci tangan. Saya pun langsung memangkunya dan mencucikan tangannya. Karena kalau dibawa ke kamar mandi, yang ada pakaiannya malah basah kuyup kebasahan main air. 

Makan episode tadi menyisakan satu suapan kecil yang ditinggalkan Khanza begitu saja karena bosan. Kalau sudah merasa kenyang, Khanza pasti meninggalkan piring makannya dan ngacir ke ruangan lain. Dibujuk untuk menghabiskan tetap tak mau. 

Alhamdulillah satu sisi kepekaannya terhadap sampah sudah mulai terlihat dengan baik. Tanpa disuruh, tisu-tisu bekas atau bungkus makanan bekas cemilan langsung Khanza pungut untuk dibuang ke ruang belakang. 
“Udah buang, ya, Unda…”

Apa selamanya begitu? Hm, tidak juga. Ada masa-masanya rajin, juga malas ngapa-ngapain.  Bahkan bundanya request buang sampah di waktu yang lain, Khanza cuek bebek dan melenggang tanpa menyahut, kadang sambil menolak geleng-geleng kepala. 

Kalau meminta susu, Khanza sudah rutin mengawali kode dengan kata, “Bikin Nda.” Kalau sedang ngantuk-ngantuknya bisa sambil merengek keras. 

“Khanza bicaranya yang jelas. Mau apa? Sabar… Tunggu ya.” 

Mengikuti permintaannya sambil menangis memang seolah menuruti setiap keinginannya dengan senjata rengekan. Namun, saya mencoba memahamkan tentang arti sabar dan proses menunggu. 

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #harike2 #ODOPfor99days

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s