Flashfiction #2 : Potret Buram


Sepasang insan saling berdampingan, menatap kamera dengan berbagai ekspresi dalam sebuah kolase. Kompak. Likers pada foto yang diunggah saat itu membuat mata berbinar. Ratusan orang menyukai. Belasan mengomentari. Langgeng, katanya.  Lama-lama isyarat dalam potret makin dekat, pegangan makin erat, dan tepuk tangan orang yang melihat makin dianggap hebat. Bangga, rasanya.  Betapa dekat dalam layar. Di … Lanjutkan membaca Flashfiction #2 : Potret Buram

Iklan