Bunsay IIP, doodling, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Literasi, ODOPers, Review Book

Sudut Literasi #5 : Mengenal Perbedaan Gender dan Soal Habiskan Gaji

Hari ini Khanza belajar perbedaan gender lewat simbol dan pakaian yang identik antara laki-laki dan perempuan. Terutama pelan-pelan menerapkan pentingnya rasa malu. Dibalik puzzle yang jadi sudut baca dadakan, Khanza begitu asyik menunjuk setiap gambar yang terdapat dalam buku little Abid, “Aku Berbeda dengan Shafa”. 

Di sinilah, Khanza bisa belajar mengenal ciri khas perempuan dan laki-laki. Tetiba muncul pertanyaan dari bibir mungilnya, “Ayah kenapa nggak pakai kerudung?” 

“Kan ayah laki-laki,” ujar saya menimpali. 

“Khanza perempuan, pakai kerudung ya,” ujarnya sambil menyambung perbincangan. Saya tahu Khanza pun masih belajar juga betah pakai kerudung. Pakai kerudungnya semangat banget kalau mau keluar rumah alias jalan-jalan. Kalau di rumah pastilah nggak mau dengan alasan gerah. Nggak apa-apa ya, De. Mudah-mudahan bisa belajar terus sejak dini menutup aurat sebagai muslimah. 

Menerapkan rasa malu, mulai dari menumbuhkan habit saat keluar kamar mandi harus dibalut handuk. Atau sembunyi dari tamu atau orang lain ketika belum memakai baju. Yang ini PR bunda banget. Sekarang di usia 2,5 tahunnya, justru sering muncul ritual kejar-kejaran pas bundanya mau pakaikan baju. Mondar-mandir kesana kemari. Nah pas berhenti, tahu-tahu baju yang disodorkan bundanya ditolak mentah-mentah. Khanza sering merengek memaksa ingin pilih baju sendiri. Sudah mulai punya selera yang kuat rupanya. 

Soal Habiskan Gaji

Kalau Khanza belajar gender, hari ini bundanya menyiapkan diri mengubah mindset soal gaji yang tak lama lagi akan meluncur lewat rekening. 😅😁 Ya, dalam artian gaji bukan untuk disisakan tapi dihabiskan! Seperti yang disampaikan Ahmad Gozali dalam buku “Habiskan Saja Gajimu!”. Gaji memang harus dihabiskan pada jalan dan cara yang benar. Memprioritaskan pengeluaran mulai dari yang fixed sampai fleksibel. Pertama kali begitu dapat kucuran gaji, ingat-ingat ada 4 pos pengeluaran yang tidak boleh tertukar urutannya : 

Pertama, penuhi pengeluaran sosial atau hak Allah dalam Zakat, Infaq, Shodaqoh (ZIS). Kedua, penuhi hak orang lain dengan cicilan utang yang harus dibayarkan. Ketiga, penuhi hak kita sendiri di masa depan dengan konsisten menabung. Terakhir, barulah penuhi hak kita sendiri saat ini lewat pengeluaran biaya hidup yang bisa diatur sedemikian rupa. Ternyata benar, memenuhi gaya hidup itu urutan kesekian. Biaya hidup bisa saja dicukup-cukupi, tapi kalau biaya gaya hidup ini yang kadang menguras kantong bahkan mencekik keuangan keluarga. 

Yang paling menohok disini adalah seringkali kita selalu memiliki mindset orang miskin yang selalu merasa kekurangan dalam segala hal yang dimiliki atau didapatkan. Berbeda dengan mindset orang kaya, ghaniy, yang merasa cukup dan tidak membutuhkan sesuatu. Dalam arti qona’ah. Lagi-lagi semua kembali pada habit yang ditumbuhkan. Membenahi keuangan dengan memprioritaskan yang haknya. Bukan lagi terkurung pada masalah “kurang uang” bahkan mengulang habit “uang sudah telanjur dipakai”. 😂😑

#GameLevel5  #Tantangan10Hari #KuliahBunsayIIP #ForThingstoChangeIMustChangeFirst #ODOPfor99days

Iklan

2 tanggapan untuk “Sudut Literasi #5 : Mengenal Perbedaan Gender dan Soal Habiskan Gaji”

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s