Memupuk Kebersamaan Keluarga | Family Gathering Pengurus IIP Bandung

Ada yang berbeda di Ahad pagi, 7 Januari 2018 lalu. Kami sekeluarga bersiap meluncur memacu gas menyusuri tanjakan Cihanjuang-Parongpong. Ya, Ahad pagi dinaungi langit sendu tanpa mentari itu, kami bersiap hadir dalam Family Gathering Pengurus IIP Bandung. Villa Istana Bunga menjadi tujuan kami dengan jarak tempuh 13 KM dari Cimindi. 

Hari itu ada rasa khawatir saat Khanza dititipkan sejenak ke KC  (Kids Corner) bersama kakak-kakak PAS Salman ITB. Takutnya nangis dan malah minta pulang. Terlebih saya dan suami fokus melakukan mengikuti games dan training yang dipandu langsung oleh trainer DTI (Duta Transformasi Insani). Alhamdulillah ternyata Khanza bisa ikut KC dengan asyik. 

Momentum berharga bagi saya dalam acara IIP ini bahwa suami benar-benar mau dan bisa terlibat berkegiatan. Biasanya para suami sibuk ngasuh anak atau cuma antar atau tunggu istrinya beres acara. πŸ˜… Alhamdulillah kita sama-sama menjalani games dengan semangat. Mulai dari games memindahkan balok kayu, ball tracking, bola air, memindahkan telur, berjalan di kotak berjebakan, sampai membuat menara dari balon. Semua ikut bekerjasama dan kompak bermain meski dalam satu kelompok kami benar-benar baru berkenalan sejak acara berlangsung. 

Banyak permakluman yang terasa saat menjalani acara. Karena keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak dengan kondisi berbeda-beda, tak ada standar baku harus seperti apa menjalaninya​. Semua disesuaikan kondisi. Ada beberapa anak yang memang tidak mau ikut KC dan ikut ayah bundanya sambil terlibat games. Itu tak jadi masalah. Bahkan beberapa ibu hamil pun diberi keluangan untuk bergerak pelan-pelan saja demi kesehatan ibu dan janin. 

Saat sharing session, saya mulai berkenalan juga dengan pengurus IIP yang lain face-to-face. Terbayang selama ini saya mengenal mereka lewat percakapan grup Whatsapp saja, kini saya bisa bertemu langsung dengan ibu-ibu hebat dengan peran luar biasa. Profesional sebagai ibu juga bergerak di komunitas. Tak usah mengajak orang-orang bergabung di IIP, tapi tunjukkan profesionalitas kita sebagai ibu, yang saya ingat dari ucapan teh Ncha.

Suami sebagai ‘rem’ sesungguhnya bagi pergerakan sang istri. Apalagi anak yang sering memberikan ‘alarm’ alami lewat rengekannya jika sang ibu sibuk sendiri. Masya Allah… Begitu bersyukurnya saya dipertemukan dengan komunitas Institut Ibu Profesional. Menemukan puzzle diri yang hilang ditelan rutinitas. Mulai dari bergabung Matrikulasi, saya belajar memetakan perjalanan sebagai ibu yang sesungguhnya. Kini tengah menapaki Bunda Sayang, saya juga belajar bagaimana bisa mengaplikasikan komunikasi penuh cinta pada anak dan suami. 

#ODOPfor99days2018 #ODOP2018 #IIPBandung

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s