Keluarga, Review Book, Selaksa Rasa

I AM SARAHZA : Menjaga Nyala Harapan

Sesekali air mata ini menetes dan terus mengalir saat kusibak halaman demi halaman buku I AM SARAHZA yang ditulis Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Harapan menjadi kunci cerita dari buku dengan tebal 368 halaman ini. Jika kita mulai baca sejak babak pertama perjuangan Mbak Hanum sebagai koas dokter gigi, yakinlah kita akan penasaran bagaimana detil kisah berikutnya yang penuh kejutan.

Jauh dari lubuk hati. Sungguh terungkap rasa terima kasih amat dalam untuk penulis yang menguraikan kisah nyata yang dialami hingga sebelas tahun pernikahan. Ada rasa getir, cemas, terbawa emosi penuh harap. Mengikuti setiap narasi dan dialog penting setiap tokoh. Bahkan keputusasaan seorang Hanum yang menjadi titik balik berharga memakna kedekatan dengan RabbNya. Bertumpu pada sebuah ungkapan dari buku kalau “sesempurna apapun rekayasa manusia, rekayasa Tuhanlah pemenangnya”. Teori factor x yang menggugah!

Buku yang diterbitkan oleh Republika ini begitu kaya wawasan tentang sistem reproduksi, inseminasi, bayi tabung, dan sederet istilah obginekologi lainnya. Saya dibuat terhenyak. Ya Rabb begitu ajaib proses kejadian manusia. Sejak dari air mani yang tertumpah di ruang rahim menjelma menjadi embrio. Berkembang seiring prosesnya.

Mengikuti garis takdir Mbak Hanum yang jatuh bangun mencoba berbagai cara, membuat saya ikut terpukul saat Mbak Hanum sempat mengalami kuretase. Kehamilan tidak berkembang. Di sisi lain, tumbuh kebersyukuran tak hingga. Pandangan saya beralih pada gadis kecil 3,5 tahun bernama Khanza. Ia melalui proses panjang sejak hidup di alam rahim hingga 18 jam getirnya saya melalui persalinan. Bagi orangtua manapun, kehadiran buah hati menjadi hadiah terindah dari Lauhul Mahfudz.

Kekaguman tumbuh seketika ketika menyimak perjuangan setiap tokoh dalam I AM SARAHZA. Sungguh malu jika merasa terpuruk karena beban hidup yang sebenarnya tak seberapa. Ya dibanding penantian Mbak Hanum selama 11 tahun lamanya.

Sudut pandang buku ini menjadi unik saat setiap lembar terbagi pada 3 sudut pandang utama. Hanum, Rangga, dan Sarahza. Terlebih saat membaca perspektif Sarahza, saya membayangkan betapa dalamnya kata-kata sesosok makhluk yang masih berbentuk zat di alam ruh. Deskripsinya mendalam. Seolah menguatkan visualisasi benak calon anak yang masih Allah pegang di Lauhul Mahfudz. Kemudian ia menyaksikan setiap detil ikhtiar orangtuanya dalam menjaga harapan terus menyala.

Belajar dari Sarahza. Saya menggali makna tentang perjuangan tak lekang waktu. Tentang mengikhlaskan impian pribadi demi orang-orang terkasih bernama keluarga. Betapa kita amat beruntung saat dikelilingi orang-orang tersayang. Orangtua, mertua, bahkan orang-orang yang lalu lalang di kehidupan. Memberikan arti dalam makna sabar dan syukur.

Barakallah untuk penulis yang menelurkan banyak karya inspiratif di balik proses panjang menanti buah hati. Salah satunya 99 Cahaya di Langit Eropa yang sukses menggugah jejak perjalanan Islam di sana.

Buku bercover visualisasi janin ini bintang lima 🌟🌟🌟🌟🌟. Temukan haru biru dan makna harapan saat larut membaca Sarahza.

Iklan

3 tanggapan untuk “I AM SARAHZA : Menjaga Nyala Harapan”

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s