Catatan Diri, Work by Work

Waktu (Tak) Cukup⏰ untuk Kau Catat

⏰⏰⏰Alarm hati berdering tengah malam. Entah mengapa setiap awal pekan selalu kelelahan yang meraja. Kepala penat seakan Sabtu-Ahad tak cukup untuk rehat. Rencana untuk mengevaluasi diri terkait planning A sampai Z kadang kandas di ujung niat. Energi tersita diganti lelap. Kecuali saya memberanikan diri melawan kantuk. Serasa berpacu dalam pusat kesibukan yang saya bangun seorang diri.

Menuntaskan yang tertunda. Menguraikan amanah yang menumpuk. Mewaraskan diri dengan membiarkan satu per satu lepas dari belenggu pikiran.

Allahu Rabbi… dunia seolah menyita perhatianku dan aku tenggelam dalam penatnya 😢😢😢

Alih-alih mencari referensi tentang memanage waktu, saya lebih membutuhkan cara mengelola energi. Energi untuk menuntaskan hari tanpa emosi dipenuhi nutrisi. Jiwa perfeksionis ini terkadang menuntut banyak namun tak menyeimbangkan asupan yang cukup. Gejala kepala dan gigi berdenyut dan tak enak di area bawah perut, muncul hampir tiap malam.

*tetiba merindukan bagaimana kalau saya berada di posisi full time mom, hanya perlu fokus pada zona Khanza dan keluarga

Sekelumit pikiran yang terlintas saat ini demikian. Namun, saya sadar di saat kondisi belum memungkinkan untuk merasakan zona FTM, maka saya hanya perlu menjaga kewarasan untuk tetap mengelola waktu dan energi. Membantu suami meraih mimpinya. Mendampingi Khanza selepas mengajar dan di akhir pekan dengan kesungguhan.

Satu sisi dalam diri memberikan saya dorongan untuk terus berontak. Waktu tak pernah cukup. Tanggung jawab ini rasanya overlap. Sisi lain hati berbisik lirih menguatkan. Kamu bisa. Kamu dikaruniai waktu yang cukup untuk berperan meski kadang jatuh bangun menyesuaikan. Mungkin ini tantangannya.

Masya Allah… Inside Out dalam mengelola waktu dan energi ini begitu luar biasa. Tepuk tangan dan meriahnya like plus comment bukan jaminan. Tapi ketenangan hati yang utama.

Secuil ikhtiar yang saya lakukan adalah tetap menulis. Merencanakan yang saya bisa. Dalam bentuk journalling sederhana. Mencatat dan memeriksa progressnya dari hari ke hari. Meski kadang target tak selamanya sesuai yang diharapkan. Ada kalanya schedule bergeser dan tujuannya meleset dari waktu yang ditetapkan. Setidaknya ini upaya kecil yang saya lakukan agar tetap waras menata waktu dan energi. Bismillah…

Iklan

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s