Momentum, Refleksi

Rasanya Menjadi Observer

Kejutan itu datang ketika saya berkesempatan menjadi observer matrikulasi IIP Juli lalu. Nekat mengambil peran sekaligus diliputi cemas. Mampukah saya mengamati sekian ratus bahkan ribuan obrolan diskusi dalam grup kelas di antara rutinitas? Waktu membuktikan segalanya. Alhamdulillah… Allah membimbing saya dan memampukan.

Jika di sekolah tempat saya mengajar, observer mengamati keseharian anak di kelas. Maka sama halnya di kelas matrikulasi batch#6 ini. Bedanya saya harus memusatkan perhatian pada layar whatsapp. Mencatat satu per satu poin penting yang harus dilaporkan sebagai dokumen observer per pekannya.

Sensasinya? Siwer terasa šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚. Ada beberapa pekan yang saya lewati hingga 1000 sekian obrolan diskusi. Agenda sekolah yang padat membuat saya kelelahan di ujung hari dan tak sanggup melihat layar.

Menjadi observer layaknya menjadi penyelam ke dasar samudera matrikulasi. Meremedialkan diri dengan bahasan materi. Sungguh saya belajar banyak hal dari rekan matrikan seperjuangan. Problem yang kami hadapi begitu berbeda. Namun kehangatan, support, dan motivasi satu sama lain begitu berkobar.

Meleleh jadinya ketika teringat Ahad, 16 September, qadarullah saya tak bisa ikut hadir dalam Kopdar Matrikulasi. Hanya sempat mengirimkan video beberapa menit untuk menyapa rekan kelas Bandung3. Hari itu saya perlu quality time bersama Khanza yang sempat diuji infeksi kemih.

 

Bersyukur bisa menjadi partner Mbak Fadhila dari IP Banyumas sebagai fasil tercinta di Bandung3. Meski berjauhan, jarak tak jadi penghalang membangun keakraban. Begitu pula dengan guardian kesayangan, Teh Wening, sang Leader IP Bandung, yang selalu mendengar keluh-kesah saya yang baper soal peran observer. Salut pada matrikan yang berjuang menuntaskan NHW menuju gerbang komunitas ibu profesional.

Amazingnya matrikulasi angkatan 6 ini karena banyak hal baru yang diserap. Yups, segala hal yang tak bisa saya temukan saat matrikulasi batch#3 2017 lalu. Ada sesi SOTD alias Star of The Day yang mengangkat potensi masing-masing untuk jadi bintang. Setiap peserta jadi makin mengenal satu sama lain, bahkan yang silent reader harus ikut berbagi.

Pertengahan Oktober ini baru saja saya menuntaskan laporan kerja di folder observer. Mencatat 9 pekan penuh obrolan bergizi. Rasanya seperti flashback dengan nuansa berbeda. Matrikulasi momen istimewa sebagai langkah awal naik level tantangan berikutnya.

Alhamdulillah. Sesi matrikulasi yang telah dijalani semoga menjadi lecutan semangat menapaki langkah mengembangkan diri dan berkomunitas. Selamat menempuh tantangan demi tantangan luar biasa. Hingga kita menemukan titik demi titik betapa momen menemukan diri seutuhnya sebagai seorang ibu itu muncul ketika sabar dan syukur teruji. Haturnuhun pisan kelas Matriks Bandung3. šŸ˜˜šŸ˜˜šŸ˜˜

*sehari pasca menuntaskan folder kerja

#ODOPfor99days

Iklan

4 tanggapan untuk “Rasanya Menjadi Observer”

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s