Catatan Kecil dari Kajian Ahad Viaduct |Terapi Galau dalam QS. Al-Ma’arij 19-35


Ahad, 22 Oktober 2017, Al-Ustadz Uu Suhendar menyampaikan materi yang relevan dengan problema umat saat ini. Problem kekinian bernama "galau" atau Gegana (gelisah, galau, merana).  Bahwasannya manusia memang akan selalu menaiki setiap anak tangga ujian hingga titik kematiannya agar keimanannya teruji.  Bagaimana agar NO GALAU? Caranya dengan Reframing dalam QS. Al-Ma'arij ayat 19-35 yaitu membingkai … Lanjutkan membaca Catatan Kecil dari Kajian Ahad Viaduct |Terapi Galau dalam QS. Al-Ma’arij 19-35

Iklan

Semangat Mengkaji dalam Jihad : Hidupkan Kembali Misi Kerasulan


Bismillah walhamdulillah. Semangat mengkaji seharusnya dipelihara. Tak perlu usang oleh waktu. Tak boleh terhenti meski status pelajar atau mahasiswa tak lagi dimiliki. Tak harus lagi ada alasan untuk tak sempat mendatangi. Meski hanya sepekan sekali menyimak, semoga langkah ini selalu istiqomah. Viaduct - Bandung, 15 Oktober 2017 M/ 24 Muharram 1439 H Hari ini kembali … Lanjutkan membaca Semangat Mengkaji dalam Jihad : Hidupkan Kembali Misi Kerasulan

Merdeka dan Rasa Malu


Kata “Merdeka” kembali digaungkan dan menjadi hashtag populer di jagat maya ketika memasuki bulan Agustus. Merdeka dikaitkan dengan pernak-pernik yang identik dengan HUT RI. Semua orang memasang atribut serba merah putih di setiap penjuru negeri. Para pemuda karang taruna yang biasanya vakum kembali ke jalan menampakkan diri. Ya, menampakkan diri dengan membagikan air mineral atau … Lanjutkan membaca Merdeka dan Rasa Malu

Celaka Karena Takaran


Allah telah jauh memberikan peringatan lebih dari 14 abad yang silam tentang kecurangan. Curang dalam menakar dan menimbang.  Dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 1-3, Allah berfirman: "Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."  Sering … Lanjutkan membaca Celaka Karena Takaran

Sabar Insidental 


Menikmati udara dingin hari Senin. Melangkahkan kaki di jalan tepi sawah. Kembali menapaki rutinitas di sekolah. Mengawasi ujian PAT (Penilaian Akhir Tahun) kelas 7 dan 8. Semalaman tadi saya memikirkan hakikat sabar. Jika sabar tidak terpancar sejak rumitnya mengawali hari, maka muncullah sabar insidental. Sabar yang terpaksa muncul di tengah keruwetan yang ada. Hadir tiba-tiba … Lanjutkan membaca Sabar Insidental 

Serap Ilmu dari Kulwap BIncang seRU: Family Quality Time with Al-Qur’an


Alhamdulillah bisa bergabung kulwap BIRU (BIncang seRU) dengan tema "Emak Rempong Bisa Punya Balita Hafal Al Qur'an" yang diinisiasi Rumah Belajar Tahfidz Institut Ibu Profesional. Dengan padatnya aktivitas seharian di full day school dan pulang dengan energi sisa, saya tak sempat melontarkan pertanyaan dalam diskusi aktif malam kemarin. Kembali menjadi silent reader dan mulai scroll … Lanjutkan membaca Serap Ilmu dari Kulwap BIncang seRU: Family Quality Time with Al-Qur’an

Ngaji (jangan) Mundur


Sepercik semangat itu sempat padam! Ya, padam oleh ketakmengertian para orangtua yang tak mau susah-payah mendorong anaknya mengaji. Tanpa biaya pun, orangtua rasanya berat. Apalagi setelah saya melayangkan surat pemberitahuan. Ya, surat itu intinya saya meminta keikhlasan orangtua untuk berinfaq Rp 25.000,- per bulan. Infaq itu semata-mata untuk biaya operasional (kertas, bahan ajar, hadiah game) … Lanjutkan membaca Ngaji (jangan) Mundur