Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #5 : Menunggu Ayah Pulang


Biasanya sepulang mengajar saya langsung jemput Khanza pukul 5 sore, namun karena menunggu ayahnya masih lembur, saya memutuskan untuk menunggu di rumah ibu. 

Khanza ikut menunggu sambil mengemil kuah ceker. Seperti biasa, ketika menemukan  sampah kecil seperti bungkus permen pun, Khanza langsung berlari kecil ke belakang untuk membuangnya. 

Ayah ternyata tiba pukul 8 malam, jadilah saya dan Khanza batal pulang karena khawatir Khanza masuk angin lagi. Suami meminta saya menemani Khanza menginap di rumah neneknya, sementara suami langsung pulang ke kontrakan. 

Apa yang Khanza lakukan begitu ayahnya datang? Pertama memeluk erat saling rindunya 😊😅. Meski mereka sering berantem, dalam arti ayahnya suka jahil menggelitik Khanza sampai ngambek. Mereka adalah dua orang kesayangan yang begitu erat saat bertemu. Kedua, ikut mengaduk teh manis untuk ayah sampai ikut minum dan bajunya ketumpahan. 😂 Ketiga, menyuapi ayah dengan permen lembaran yang rasanya minta pedas. Biasa… Ayahnya kadang suka jahil dan akhirnya malah Khanza yang menyuapi balik. 

Menunggu ayah di sela waktu sepulang mengajar ini kadang membuat Khanza mati gaya sampai bosan menunggu. Perlu diberikan aktivitas khusus seperti mengemil dan menemaninya dengan sabar. Rencana fampro di rumah sendiri selalu menyesuaikan dengan kondisi yang ada terutama pertimbangan si kecil.

#Day5 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #4 : Tersisa Manja


Alhamdulillah bertepatan hari ke-4 family project, Khanza sudah ceria kembali. Perlahan nafsu makannya tak seminim hari-hari lalu. Apa yang tersisa sekarang? Kalau kata orang Sunda mah, kantun ogona. Kalau kemarin inginnya menyendiri, nah sekarang malah ingin menempel terus sama bundanya. Saya ingin ke ruang depan untuk makan pun, dia protes karena ingin ditemani di kamar.

Julukannya pun perlahan berganti. Biasanya saya memanggil Khanza dengan sebutan De Khanza atau Dede. Sekarang Khanza menginterupsi untuk dipanggil, “Teteh Khanza, Bunn” 😄😊 Apa Khanza mau punya adik? 😅 Sebenarnya jadi senang juga panggilannya berbeda. Menumbuhkan naluri sebagai anak yang di-teteh-an meski belum ada adik. Biar tak terlalu lama di-dede-kan dan manja. Bahasanya agak belibet juga. 😁

Hari ini Khanza bisa kembali bantu bundanya menjemur dengan estafet baju-baju kecilnya. Tak sempat difoto karena nanggung tangan bundanya basah dan ayahnya sedang input data. Tangan Khanza begitu asyik menampung tetesan air jemuran. 

Tak lama kemudian Khanza menemani saya ber-handlettering ria di ruang depan. Ia pun tak segan membuka cepuk dan mengambil pulpen juga spidol. Mulailah Khanza meniru bundanya menggoreskan coretan khasnya. Dengan adanya banner yang melapisi dinding, berguna juga bagi Khanza mencoreti dengan bebas tanpa khawatir mengotori tembok. 

Khanza sangat senang begitu ayahnya memberikan bola-bola plastik warna-warni. Ia langsung mengeluarkan sekaligus memasukkan kembali bola-bolanya, bahkan tas bunda pun ikut menampung beberapa bola. 

Hari ini berharga meski tak kemana-mana. Menemani Khanza di rumah dengan celotehnya kembali terdengar membuat saya menyimpan segala penat yang ada. Tersadar esok hari Senin menjelang dan kami kembali pada ritme antar pagi dan jemput sore hari. 

#Day4 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Life Lesson for Mom, ODOPers

Family Projects #1 : Jelly dan Perut Kembung


Bismillah… 

Memulai jejak pertama pada level 3 kuliah Bunsay IIP, membuat harap-harap cemas. Sudah ada rancangan tentang proyek keluarga yang akan dilakukan selama dua pekan kedepan. Qadarullah, Khanza di usia 29 bulan ini sedang kurang sehat. 

Sepulang mengajar, ia hanya tergolek lemah tak mau makan apapun. Memilih duduk dan merebah saat ditawarkan nasi atau susu. Saya pun mencoba mengajaknya membuat jelly. Berharap Khanza bisa masuk makanan meski sedikit, karena sebelumnya nasi yang masuk keluar lagi karena muntah. Demamnya dua hari lalu sudah turun tinggal perutnya yang masih kembung. 

Alhamdulillah, Khanza masih mau membantu sedikit meski hanya menuangkan bubuk Jelly ke dalam panci. Sampai jelly-nya matang, Khanza justru tertidur lebih dulu. 

Segala sesuatu yang terencana hanyalah setitik ujian saat dibenturkan dengan takdirNya. Semakin mengerti bahwa anak punya masa-masa fluktuatif. Ada kalanya ceria lincah tak tertahan, ada kalanya tak bergairah sedikitpun. Hanya terdiam dengan tatapan sendu dan ingin selalu dalam dekapan. Syafakillah, Nak…
#day1 #level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP #khanzalayyina #29month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Emak, Essai, Keluarga

Aliran Rasa Melatih Kemandirian Anak 


Alhamdulillah setelah melalui tantangan melatih kemandirian hari ke hari, semakin yakin dengan proses yang tak ada habisnya. Terkadang harus menghadapi anak yang semakin kuat dalam setiap keinginan. Semoga semakin dikuatkan dalam mendampingi tanpa intervensi yang merusak.

Badge yang tersemat hanyalah setitik motivasi untuk terus menaklukkan tantangan hari demi hari. Masih banyak hal yang harus dijalani. Berteman dengan semua suasana tak terduga.

#MelatihKemandirian #tantangan10hari #aliranrasa #BunsayIIP

Berbenah, Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-6 : Menaruh Sesuatu


Bunda sering menemukan banyak barang tidak pada tempatnya? Handuk tergeletak di kasur, sendal di atas karpet, kadang mainan berserakan dimana-mana. Mau marah? Ah, rasanya lelah. Terlebih Khanza baru beranjak 28 bulan. Sedang masa-masanya jelajah apapun. Saat kerapihan rumah menjadi prioritas segalanya di atas hak anak bereksplorasi. Maka bisa jadi apapun menjadi bahan omelan. Semua hanya soal waktu, Bund… Nikmati saja masa-masa anak banyak mencoba dan masih bisa sering didekap dan dihujani ciuman sayang.

Hari ini Khanza belajar menaruh sesuatu pada tempatnya. Saat celananya basah dan mau ganti baju, Khanza bisa menaruh celana kotornya di ember cucian. Bisa menaruh dengan pas di tempatnya.

Setelah berganti pakaian, ia mulai menaruh barang lain dan memindahkannya dengan judul bermain. Khanza menaruh satu per satu boneka jari di atas alas puzzle karet. Seolah para boneka sedang bobo cantik di atas sana. Setelah semua bonekanya tergeletak indah, ia pun membawa dengan hati-hati dan memindahkannya ke atas kasur di kamar tidur. Oh, Khanza sedang bermain peran ternyata. Sedang mengasuh boneka-bonekanya.

Menaruh barang Khanza sudah mulai terbiasa meski tak selalu rapi dan tak selamanya mengikuti intruksi. Kembali ke tadi, bisa jadi sesekali menaruh barang sesuai kehendak hatinya. Lagi-lagi proses melatih kemandirian pun tak lepas dari komunikasi produktif yang saling melengkapi progress pembiasaan anak di rumah. Yang pasti pelajaran hari ini memahamkan Khanza tentang menaruh atau menyimpan. Dan bundanya harus selalu siap berdamai dengan sesuatu yang berserakan.

#Level2 #tantangan10hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-2 : Menggenggam Sesuap Nasi


Hari ini masih episode melatih kemandirian Khanza dengan makan sendiri. Kali ini tanpa sendok. Cukup dengan tangan kanannya dan Khanza mulai memasukkan suapan demi suapan nasi ke mulutnya dengan kepingan ayam tepung.

Khanza itu sudah mulai bisa mengungkapkan dan kadang keukeuh  jika menginginkan sesuatu. Pernah ia terbangun di dini hari dan tiba-tiba merengek ingin makan sayur asem. Saya dan suami melongo dengan kondisi dapur yang masih kosong melompong tanpa masakan. Jam 3 begini Khanza seperti menagih sahur. Jadilah saya coba mengalihkan perhatiannya pada sereal hangat. Awalnya menolak tapi mungkin karena lapar, Khanza mau mencicipi meski tidak sampai habis. Terkadang keinginannya impulsif dan cepat berubah-ubah. 

Keinginan rutin setiap mendapati tangannya agak lengket setelah pegang makanan dan mainan fundough,  ia pasti langsung berlari ke arah wastafel dan jinjit ingin cuci tangan. Saya pun langsung memangkunya dan mencucikan tangannya. Karena kalau dibawa ke kamar mandi, yang ada pakaiannya malah basah kuyup kebasahan main air. 

Makan episode tadi menyisakan satu suapan kecil yang ditinggalkan Khanza begitu saja karena bosan. Kalau sudah merasa kenyang, Khanza pasti meninggalkan piring makannya dan ngacir ke ruangan lain. Dibujuk untuk menghabiskan tetap tak mau. 

Alhamdulillah satu sisi kepekaannya terhadap sampah sudah mulai terlihat dengan baik. Tanpa disuruh, tisu-tisu bekas atau bungkus makanan bekas cemilan langsung Khanza pungut untuk dibuang ke ruang belakang. 
“Udah buang, ya, Unda…”

Apa selamanya begitu? Hm, tidak juga. Ada masa-masanya rajin, juga malas ngapa-ngapain.  Bahkan bundanya request buang sampah di waktu yang lain, Khanza cuek bebek dan melenggang tanpa menyahut, kadang sambil menolak geleng-geleng kepala. 

Kalau meminta susu, Khanza sudah rutin mengawali kode dengan kata, “Bikin Nda.” Kalau sedang ngantuk-ngantuknya bisa sambil merengek keras. 

“Khanza bicaranya yang jelas. Mau apa? Sabar… Tunggu ya.” 

Mengikuti permintaannya sambil menangis memang seolah menuruti setiap keinginannya dengan senjata rengekan. Namun, saya mencoba memahamkan tentang arti sabar dan proses menunggu. 

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #harike2 #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

​Tantangan Level 2 Hari ke-1 : Melatih Kemandirian Anak_Bersahabat dengan Remah Makanan


Alhamdulillah, sampai pada momentum tantangan melatih kemandirian anak. Ini menjadi sesuatu yang semakin menantang setelah komunikasi produktif. Semakin tertantang karena Khanza memang sedang masa-masanya ingin berperan mandiri, salah satunya makan dengan alas sendiri.

Hari pertama ini apakah berhasil? Bisa dibilang baru pemanasan. Karena meskipun Khanza antusias memegang sendok dengan sesuap demi suap nasi kuning, ia pun masih belajar keseimbangan. Hasilnya, remah-remah nasi berjatuhan di atas celana dan karpet tempat ia duduk. Alhamdulillah, Khanza mau juga memunguti meski tidak langsung bersih jejak remahnya. Pungut… Nyam… Pungut… Nyam  😅😆 Malah sibuk memunguti daripada banyak menyendoki ketika nasinya tinggal tersisa sedikit.
Awalnya memang saya tak banyak memberikan kesempatan padanya untuk makan sendiri. Alasannya, makanan yang terhidang seringkali berujung jadi eksplorasi “Nasi Remas” bukan Nasi Rames, yaa.. Hihi. Semua makanan diremas dan dimainkan tanpa dihabiskan. Alhasil remah-remah menghiasi karpet, tangan Khanza lengket penuh makanan. Uniknya ketika diingatkan, dia mendekat sambil gerak-gerik ingin peluk padahal ngelapin tangan ke ayahnya. Hadeeuh, udah pinter bersiasat. Kalau bahasa Sunda mah, meperkeun… 😁😃

“Tangan kanan ya makannya. Eits, tangan kanan mana ya?”

Kalimat yang sering meluncur untuk mengingatkannya ketika tangan kirinya ikut terjun di atas piring makanan. Khanza hanya cengir dan mulai menyimpan tangan kirinya di atas paha, sesekali tangan kanannya sigap mengambil alih makanan yang dipegang tangan kiri. Tapi tak lama kemudian tangan kirinya beraksi lagi. Belajar menggunakan tangan kanan dengan konsisten.

Memberikannya kepercayaan kali ini berarti mau repot dengan hasil eksplorasinya. Satu sisi memang Khanza lebih semangat ketika makan sendiri, sisi lain ada kalanya makanan tidak dihabiskan dan afdholnya sisa makanan langsung dihandle bunda dan ayahnya. Istilahnya, menghabiskan makanan sisa anak. Kedepannya harus diatur dengan proporsi sedikit tapi sering. Ini baru awal. Akan ada banyak kejutan tak terduga saat kemandiriannya mulai dilatih. Tentunya rasa sabar harus terus diasah tanpa henti. Bersahabat dengan remah makanan tanpa ngedumel dan tetap memberinya apresiasi kalau Khanza bisa makan sendiri.

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10hari #ODOPfor99days