Diposkan pada doodling, Dunia Emak, Essai, ODOPers, Sosial Media, Work by Work

Emakdoodle


Sebuah inisiatif untuk berbagi dan mencari teman satu minat berliterasi visual, menjadi motif saya membuat grup WAG dan Instagram Emakdoodle. Selain, awalnya hanya mengisi waktu dari kejenuhan sebagai penunggu pasien di rumah sakit. πŸ˜…πŸ˜„ Ya, grup Emakdoodle ini saya buat ketika menunggui suami saat rawat inap pada 27 September lalu. 

Alhamdulillah ada 148 orang yang bersedia bergabung dengan saya yang masih amatiran dan nekat ini. Tantangan pertama sudah dilalui lewat Doodle Game membuat Infodoodle yang unik dan informatif. Dari sekian banyak infodoodle yang masuk, yang benar-benar terpilih yaitu komposisi visual yang pas dan kejelasan informasi yang digoreskan di atas kertas. 

Saya tak tahu mengapa muncul secuil kegembiraan ketika teman-teman yang baru saya kenal saling sharing dan mengapresiasi karya satu sama lain. Rasanya punya teman seperjuangan yang sama-sama suka mencorat-coret di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga. 

Banyak ide yang bermunculan begitu punya referensi lain dari komposisi doodle yang dibuat juga pertanyaan yang memancing banyak terobosan. Misalnya, ide membuat buku cerita anak lewat Doodle, ide doodling pelajaran tertentu agar lebih mudah dipahami, dan kini sedang menjajaki tantangan kedua bertema “Doodle for My Sweet Home”. 

Tantangan kedua ini mengusung display sederhana untuk hiasan rumah yang bermula dari goresan Doodle. Tak seperti tantangan pertama, tantangan kedua ini bisa jadi lebih rumit sekaligus simpel tergantung bagaimana kita memandangnya. Rumit karena bingung mengandalkan media apa dan menyesuaikan komposisi. Simpel karena Doodle yang dibuat aplikatif sebagai hiasan jadi sebenarnya tak perlu mengandalkan banyak objek. 

Mengenai banyak peserta WAG yang left dan baru bergabung tak jadi soal untuk saat ini. Saya mengerti setiap orang punya pilihan dalam minat dan ruang belajarnya. Meskipun sesekali ngenes juga saat ada anggota di grup yang meminta temannya untuk saya invite ke grup. Namun langsung left pada hari itu juga. Tak apalah. Khusnudzon saya beberapa di antara kita perlu bersih-bersih grup yang hanya menjadikan silent reader yang benar-benar silent. Perlu prioritas dan belajar bersikap bagaimana minimalnya merespon apa yang disampaikan dalam sebuah diskusi grup Whatsapp. Benar ternyata, tak mudah untuk menjadi seorang peserta yang active reader, terlebih langsung menjadi admin dan mengelola sebuah grup Whatsapp. Tapi bagaimanapun menjadi pembelajar yang terus memperbaiki dari hari ke hari itu yang diupayakan, seraya menyeimbangkan peran sebagai ibu sekaligus istri.

#ODOPfor99days

Iklan
Diposkan pada Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga, ODOPers

Gaya Belajar #14 : Membuka KemasanΒ 


Khanza sudah mengenal istilah “tolong bukain, Bun.” Yup, maksudnya membuka kemasan apapun. Misalnya, bungkus camilan ringan atau kemasan mainan. Kali ini Khanza masih tahap menjelajah satu per satu buku little Abid yang masih terbungkus rapi plastic wrapping. 

Awalnya Khanza kesulitan dan bingung bagaimana agar bukunya bisa dibaca. Okay, bunda contohkan. Caranya letakkan ujung jari di tengah buku dan robek plastik dengan ujung kuku. Khanza mulai bisa mengikuti perlahan sambil benar-benar membuka bungkus bukunya dan taraaa… Bisa dibuka dan langsung baca buku little abid-nya. 

Pembelajarannya hari ini kinestetik visual. Khanza kadang hanya baca bukunya sekilas melihat gambar dan berpindah ke buku lainnya sambil berlatih membuka kemasan perlahan. Jadinya geli sendiri sambil membayangkan. Setiap barang baru apalagi paket onlineshop yang tertutup rapat sepertinya bisa jadi latihan Khanza membuka kemasan selanjutnya. πŸ˜…πŸ˜† Paling Khanza bingung sambil teriak-teriak, itu apa Bundaa?? Cepet bukaa.. πŸ˜πŸ˜‚

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Diposkan pada Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga, ODOPers

Gaya Belajar #11 : Berlari dan MenapakiΒ 


Hari ini Khanza kuat berlari meski sesekali terjatuh karena terlalu cepat mengayun langkah. Menangis? Alhamdulillah Khanza malah ketagihan sendiri. Nagih menapaki lintasan lari yang membuatnya senang berseri-seri. Kalau ayahnya tak ada keperluan yang lain, sepertinya Khanza kuat mengitari lintasan lebih dari 1 keliling. 

Jemari Khanza sesekali menyentuh permukaan lintasan lari Gasibu berwarna gradasi biru. Ia makin girang ketika tahu bundanya harus mengejar dan langkahnya semakin jauh. Kalau tak diperhatikan sama sekali, bisa saja Khanza nabrak atau ditabrak orang dewasa lain yang juga menapaki lintasan yang sama. πŸ˜‚

Ruang publik seperti ini membuatnya semakin sulit untuk beranjak dan ingin lama-lama bereksplorasi. Setiap tanjakan dan turunan ditapaki. Saat ada tangga, perlahan ia menuruni dan menaikinya tanpa mau dipegang sama sekali. 

Pokoknya saat ada area luas, bundanya harus pasang langkah cepat agar tak ketinggalan gerak Khanza yang super lincah. 😊 Di sini tepatnya gaya belajar kinestetiknya terasah.

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Diposkan pada Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga, ODOPers

Gaya Belajar #10 : Jelajah Ruang Publik


Mengajak Khanza ke ruang publik menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun, jangan lupa bunda dan ayah harus siapkan energi lebih untuk gerak Khanza yang super energik. Lari sana-sini, tunjuk ini-itu. Salah satunya saat ke Family Fun Day IIP Bandung, Sabtu (16/09) di Salman ITB. 

Khanza sebenarnya sudah menunjuk-nunjuk arena bermain sejak sampai di areal parkir motor. Arena bermain yang lebih mirip balon raksasa dengan anak-anak super lincah di dalamnya. Khanza bisa saja memaksa masuk namun bundanya yang masih khawatir, takutnya badan mungil Khanza kesilep πŸ˜‚πŸ˜… anak-anak yang lebih besar. 

Jadinya Khanza menyusuri setiap stand dan mulai anteng agak lama di selasar baca literakita’s family. Di sana, Khanza mulai memelototi setiap buku cerita yang menarik baginya. Sesekali ia menyimak saat bundanya membacakan beberapa bagian. Setelah bosan, kembali ia menjelajahi sudut lain. 

Khanza belum bisa diajak anteng duduk menonton panggung meski bundanya ingin ikut menyimak acara inti di area utama. Visual dan kinestetiknya sama-sama dominan kalau ada di ruang publik. Mana yang lebih menarik, pasti Khanza tergerak kesana. Termasuk bertanya apa ini apa itu saat menunjuk satu per satu x-banner yang menjadi display setiap stand. 

Saat pulang, Khanza masih aktif berinteraksi dengan tetangga depan rumah. Khanza begitu senang saat teman kecilnya mau masuk rumah dan sama-sama bermain di ruang depan. Mulai dari corat-coret, main puzzle, dan main piano. 

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Diposkan pada Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga

Gaya Belajar #7 : Mendadak Panggung


Tumpukan puzzle yang terbuat dari karet itu memang sengaja disimpan di sudut ruangan setelah berkali-kali berceceran hasil Khanza bereksplorasi. Nah, entah mengapa paduan lagu yang disetel dari playlist laptop tetiba membuat Khanza mengambil kincir mini dan langsung naik di atas puzzle.

Mendadak panggung namanya. πŸ˜… Sambil menggoyangkan kepala ke kiri ke kanan, Khanza meniru lagu yang kadang cuma terdengar ujungnya karena nggak hapal. πŸ˜‚ Gerak-geriknya udah kayak penyanyi cilik yang malah malu-malu kalau ada di tengah orang yang baru dikenal. 

Begitu lagu berhenti, Khanza turun dan kembali duduk di karpet dengan tenang. Roda penjual baso ikan yang terdengar dari luar malah menarik minatnya sambil menyibak tirai jendela sambil menunggu si Mamang lewat. “Itu suara apa, Bun? Tukang apa itu?” πŸ˜ŠπŸ˜†

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Diposkan pada Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga, ODOPers

Gaya Belajar #2 : Peniru Ulung


Akhir-akhir ini telinga Khanza tajam sekali menampung berbagai paparan suara di ruang dengarnya. Apapun terekam jelas dalam ingatan. 😊 Peluang istimewa untuk memperdengarkan berbagai bunyi positif seperti murotal dan lagu anak islami. Sayangnya yang nempel malah iklan yang didengar di TV. 

Khanza sering berceloteh, “Aku ingin pindah ke Mei*****”πŸ˜‚πŸ˜†.  Antara gemes pengen nyubit dan ketawa juga karena ujungnya bundanya malah membelokkan celoteh ke tempat yang sesungguhnya akan dipijak beberapa bulan kedepan. 

“Bukan itu, tapi gini, aku mau pindah ke Cimindi.” πŸ˜€ Khanza geleng-geleng kepala awalnya tapi lambat-laun bisa mengikuti celoeh baru. πŸ˜šπŸ˜™

Malam ini Khanza tidur kurang lebih jam 9 kurang. Lebih malam dari biasanya. Masih ingin bercengkrama dengan bundanya lewat media yang ada. Khanza antusias saat diberikan album pernikahan ayah bundanya. Lagi-lagi semangat menanyakan setiap objek dalam album. Ini siapa Bun? Kalau ini siapa? Ayah ganteng yah. Bunda cantik yah. 😊

Khanza pun meniru bundanya yang sering bercermin sesaat sebelum berangkat mengajar. Ia pasang ekspresi sambil tertawa berseri begitu melihat pantulan wajahnya di cermin lemari. 

😊😍 Ngaca centil. πŸ˜…πŸ˜† #khanzalayyina

A post shared by Wildaini Shalihah (@wildainish) on

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Diposkan pada Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga, ODOPers

Gaya Belajar #1 : Perpaduan antara 3 Modalitas


Hari pertama pada tantangan level 4 ini sebenarnya dibuat deg-degan tak terkira. Selain, masih merancang kegiatan yang pas untuk mengamati gaya belajar Khanza, hal tak terduga juga bisa terjadi. Seperti Khanza juga belum terlelap padahal malam semakin larut, sedangkan bundanya lagi-lagi berpacu dengan deadline harian. 

Deadline menulis selalu mentok sebelum jarum jam benar-benar menuju pukul 00.00. Hari ini gaya belajar Khanza masih bercorak perpaduan antara 3 modalitas. Saya kira awalnya Khanza benar-benar pure visual, ternyata sebelum request melukis, ia sempat membaca buku dan menceritakan setiap objek yang disebut. 

Melukisnya hanya beberapa saat. Begitu lembaran kertas tebalnya sudah penuh bolak-balik dan ayah ikut tertarik mengulaskan kuas, Khanza berpindah ke belakang badan ayah dan mulai melakukan “habit” kesukaannya. Memanjat dan duduk di atas pundak ayah sambil memeragakan posisi terbang. πŸ˜†πŸ˜… Kinestetiknya cukup dominan juga. 

Ini baru awalan. Kedepannya bersiap dengan kejutan kecil setiap hari dengan hal-hal yang membuat semangat Khanza berbinar. 

Bismillah…. Apapun kecenderungan gaya belajarmu, semoga terus tumbuh menyongsong fitrahNya, ya, Nak. 😘😍

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP