Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga, ODOPers

Gaya Belajar #10 : Jelajah Ruang Publik


Mengajak Khanza ke ruang publik menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun, jangan lupa bunda dan ayah harus siapkan energi lebih untuk gerak Khanza yang super energik. Lari sana-sini, tunjuk ini-itu. Salah satunya saat ke Family Fun Day IIP Bandung, Sabtu (16/09) di Salman ITB. 

Khanza sebenarnya sudah menunjuk-nunjuk arena bermain sejak sampai di areal parkir motor. Arena bermain yang lebih mirip balon raksasa dengan anak-anak super lincah di dalamnya. Khanza bisa saja memaksa masuk namun bundanya yang masih khawatir, takutnya badan mungil Khanza kesilep πŸ˜‚πŸ˜… anak-anak yang lebih besar. 

Jadinya Khanza menyusuri setiap stand dan mulai anteng agak lama di selasar baca literakita’s family. Di sana, Khanza mulai memelototi setiap buku cerita yang menarik baginya. Sesekali ia menyimak saat bundanya membacakan beberapa bagian. Setelah bosan, kembali ia menjelajahi sudut lain. 

Khanza belum bisa diajak anteng duduk menonton panggung meski bundanya ingin ikut menyimak acara inti di area utama. Visual dan kinestetiknya sama-sama dominan kalau ada di ruang publik. Mana yang lebih menarik, pasti Khanza tergerak kesana. Termasuk bertanya apa ini apa itu saat menunjuk satu per satu x-banner yang menjadi display setiap stand. 

Saat pulang, Khanza masih aktif berinteraksi dengan tetangga depan rumah. Khanza begitu senang saat teman kecilnya mau masuk rumah dan sama-sama bermain di ruang depan. Mulai dari corat-coret, main puzzle, dan main piano. 

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Iklan
Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga, ODOPers

Gaya Belajar #9 : Bermain PeranΒ 


Hari ini Khanza masih tak beranjak dari puzzle evamat dan ingin masuk ke dalamnya. Kali ini bukan sembunyi tapi bermain peran jadi penjual es krim. Lucunya penjual es krim yang juga beli es krimnya sendiri. πŸ˜…πŸ˜† 

Khanza menghidangkan kepingan puzzle sebagai barang dagangan yang diletakkan di atas “roda”nya. Kemarin mendadak panggung, hari ini mendadak roda. πŸ˜ƒ Intonasinya mengucapkan es krim layaknya orang yang bertransaksi jual beli.

Gaya belajarnya kali ini bisa menjadi modalitas bagian auditori yang menonjolkan suara dan gerak-gerik wajah plus ekspresi. 

Ceritanya lagi main peran πŸ˜ŠπŸ˜… #khanzalayyina jualan eskrim πŸ˜€πŸ˜š

A post shared by Wildaini Shalihah (@wildainish) on

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers

Gaya Belajar #8 : Bergerak Ikuti Irama


Perhatian Khanza masih terpaku pada karpet evamat yang dibongkar pasang. Kalau kemarin Khanza mendadak panggung dan berdiri di atas tumpukan evamatnya, hari ini Khanza kembali mendadak panggung sesi kedua bergerak ikuti irama. Irama yang dimainkan dari melodi piano. Menggerakkan tangan dan kaki seperti orang senam dan flashmove sederhana.

bunsay hari ke 8

Gaya belajarnya cenderung berubah-ubah dan kadang bercampur dalam satu waktu. Setelah bergoyang ikuti irama, Khanza ingin memasukkan bola ke dalam evamat yang dibentuk seperti balok. Bola-bola yang sebelumnya berhamburan di lantai, satu per satu ia masukkan ke evamat yang angka nolnya dilubangi.

Koordinasi tangannya kadang masih belum bisa mengukur bisa membawa bola sebanyak apa. Karena pada prosesnya, Khanza kadang kesal sendiri sambil merengek saat ingin bawa bola lebih dari dua sementara bola yang lain tak terambil.

bunsay ke8

 

 

 

Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga

Gaya Belajar #7 : Mendadak Panggung


Tumpukan puzzle yang terbuat dari karet itu memang sengaja disimpan di sudut ruangan setelah berkali-kali berceceran hasil Khanza bereksplorasi. Nah, entah mengapa paduan lagu yang disetel dari playlist laptop tetiba membuat Khanza mengambil kincir mini dan langsung naik di atas puzzle.

Mendadak panggung namanya. πŸ˜… Sambil menggoyangkan kepala ke kiri ke kanan, Khanza meniru lagu yang kadang cuma terdengar ujungnya karena nggak hapal. πŸ˜‚ Gerak-geriknya udah kayak penyanyi cilik yang malah malu-malu kalau ada di tengah orang yang baru dikenal. 

Begitu lagu berhenti, Khanza turun dan kembali duduk di karpet dengan tenang. Roda penjual baso ikan yang terdengar dari luar malah menarik minatnya sambil menyibak tirai jendela sambil menunggu si Mamang lewat. “Itu suara apa, Bun? Tukang apa itu?” πŸ˜ŠπŸ˜†

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga

Gaya Belajar #6 : Membantu dengan Isyarat Warna


“Bunda mau bikin kotaaa,” ujar Khanza bersorak di ruang depan. Tahu-tahu saja puzzle busa sudah berhamburan di atas lantai. 

Saya coba memahami kota apa yang dimaksud Khanza. Ternyata, Khanza ingin masuk ke dalam puzzle yang dibentuk menjadi menara kecil. Saya mencoba mengajaknya untuk membereskan puzzle lebih dulu dengan estafet setiap kepingan kecilnya. 

Alhamdulillah Khanza sudah paham bentuk dan warna, bundanya tinggal menyebutkan dan Khanza memberikan satu per satu sesuai isyarat yang diminta. Kami berdua sama-sama membuat menara-menaraan agar Khanza bisa masuk ke dalamnya meski pas-pasan. Hasilnya, Khanza senang dan seakan memberi kejutan cilukba begitu buka tutup puzzle dari atas. πŸ˜ŠπŸ˜…

Antara kinestetik dan visual bersatu padu hari ini. Karena begitu Khanza mengerti bentuk dan warna, ia akan menanyakan pertanyaan berulang yaitu “yang mana Bun?” Sambil menuju sebuah barang yang dimaksud. 

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga

Gaya Belajar #5 : Merangkul Hal Detail


Pertanyaan beranak-pinak kadang dilontarkan Khanza dengan penuh rasa ingin tahu. Kalau bunda atau ayahnya sedang mengobrol atau melakukan sesuatu, ia memaksa ingin dijawab dengan segera. Kalau merasa diabaikan, siap-siap tangisnya meledak dengan rengekan pertanyaan yang belum sempat terjawab. πŸ˜…πŸ˜„ Saya rasa semua anak punya naluri ingin diperhatikan dengan caranya masing-masing. 

Satu-satunya kebiasaan yang Khanza lakukan adalah menanyakan segala hal dengan rinci. Misalnya saat di perjalanan pergi dan pulang mengajar, ia pasti menanyakan setiap objek di pinggir jalan seiring melajunya si kuda besi. 

“Itu apa Bun?”

“Apa hayo?” (Bundanya nggak langsung jawab tapi balik tanya)

“Toko.”

“Toko apa ini?” 

“Apa ya?” (Lagi-lagi bundanya nggak langsung jawab tapi balik tanya) πŸ˜ƒ
“Toko helm.” 

Dijawabnya pas si toko helmnya emang sudah dilewati beberapa meter setelahnya. πŸ˜…

Begitu saja setiap hari. Bahkan kalau pulang dan melewati jalan sekolah tempat saya mengajar, ia pasti menanyakan detail, “Sekolah Unda mana? Belum lewat?”

“Belum, sebentar lagi.” 

Dan benar saat melewati di seberangnya, ia bersorak lagi. “Itu sekolah Unda, ditutup, udah pulang ya.” 

Kalaupun melewatinya saat Sabtu-Minggu, Khanza mengerti istilah “libuy” (libur) karena gerbang sekolahnya ditutup. πŸ˜…

Malam ini pun sama persis. Sebelum tidur, Khanza menyebutkan boneka kesayangannya, mulai dari bentuk dan warna. Menyebutkan setiap detil warna berbeda antara satu dan lainnya. Gaya belajarnya yang visual masih dominan. Meskipun sesekali, ia bersorak dengan suara yang didengar saat mengenalinya perlahan. Menanggapi setiap bunyi yang ada di sekitarnya. Misalnya, saat mendengar suara mendengung depan rumah. “Ada tukang putuuu..” 😁 Pas malam mulai hening alias senyap, ia tiba-tiba bersorak, “Ada suara tokee.” Karena sang toke sudah berbunyi beberapa saat sebelumnya. 


#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, Keluarga

Gaya Belajar #3 : Lincah Bergerak


Memasuki usia Khanza 2,5 tahun, alhamdulillah Khanza ikut membuat bunda “olahraga” kecil hingga sesekali sakit badan. Mengejar setiap gerakan mungilnya berlarian kesana-kemari. Kadang saat akan dibaju pun, Khanza udah ngacir duluan ke ruang sebelah. 

https://www.instagram.com/p/BY0fVsDHIhcirSISQgjfMxzmQVowNPiXgZvEE40/

Auditori kinestetik :

Modalitas auditori kinestetiknya begitu dominan hari ini. Selain berlari-lari, ia pun suka berceloteh dan bercerita sendiri sambil berjalan-jalan di rumah. Membawa tas kecil dan bersorak girang. 

Begitu ketemu kasur, Khanza mengambil bantal guling dan mulai bermain peran. Naik kuda sambil memegang bonekanya.

“Mau sekowah (sekolah) ya, Nda. Tasnya buat (owagama) sekolah agama.” πŸ˜…πŸ˜Š 

Kosakatanya membuat speechless. Tahu-tahu saja ia sudah pandai mengartikulasikan kata baru padahal ayah bundanya belum pernah memperdengarkan. 

Visual:

Hari ini menemani pergerakannya dan seperti biasa ikut sibuk estafet penjepit baju saat bundanya sedang menjemur. Menyebutkan setiap warna penjepit baju dengan refleks. 

Hari yang dilalui cukup melelahkan karena Khanza begitu aktif dan tidur cukup malam. Akhirnya, bundanya ikut menemani tidur dan tak sempat setor laporan tepat waktu. Terbangun saat jam sudah lewat pukul 3 dini hari.πŸ˜‘ πŸ˜‚ Tak apalah, yang penting, saya bisa membersamai Khanza yang sudah pintar menginterupsi, “Bundaaa, jangan no’o (nyo’o=mainin) hape”. πŸ˜†
#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP