Merindu Senja


Ada kerinduan yang membuncah ketika mentari kembali ke peraduannya. Semburat sinarnya berpadu dengan horison langit. Perlahan turun lalu menghilang berganti petang. Kawan apa yang kau lakukan saat senja tiba?  Aku disini mengayun langkah memikul ransel. Menyusuri jalan pulang sambil mengamati hiruk-pikuk manusia. Seorang bapak mendorong roda tumpukan kardus dengan susah-payah. Seolah wakru untuknya merebah belum … Lanjutkan membaca Merindu Senja

Iklan

Tertunduk, Memaknai Situasi


Ada kalanya kita memaknai realita yang dihadapi dengan menepi. Memaknai situasi yang ada dengan menyingkirkan segala prasangka. Tetap mengizinkan celah harapan untuk terbuka.  Hari-hari yang berlalu membuat kita lelah dipenuhi gerutu. Seakan tak habis ribuan ucapan untuk menyalahkan bahkan merasa kalah tak berdaya. Jadi hari yang lalu itu apa? Mengapa seperti itu rasanya? Kalau kita … Lanjutkan membaca Tertunduk, Memaknai Situasi

Berteman dengan Jarak, Jalan, dan Angin


Pagi pukul 6 kami sudah meluncur di tengah laju jalanan yang mulai padat. Menjadi bagian pengendara motor yang memenuhi ruas jalan. Ritual konsisten tiap Senin hingga Jumat. Antar-jemput si kecil sementara ayah dan bundanya menjemput rizki.  Menyusuri jalanan yang sama tiap hari lintas kota meski hanya Cimahi-Bandung, begitupun sebaliknya, membuat kami hapal setiap detil rupa … Lanjutkan membaca Berteman dengan Jarak, Jalan, dan Angin

Diam Tak Selamanya Emas


Kalau ada pepatah bahwa Diam adalah Emas, tergantung kondisi yang melatarbelakanginya. Kalau berkata baik lebih utama, mengapa harus diam.  Di ujung malam ini, saya menekuri hari-hari yang telah berlalu. Di antara ratusan chat yang tak sempat dibalas responsif. Di antara grup Whatsapp yang bertumpuk-tumpuk tanpa efektif. Di sana kadang saya memang hanya sebagai silent reader. … Lanjutkan membaca Diam Tak Selamanya Emas

Antara Kulwap, Ujung Tantangan, dan Anak Tangga Keimanan


Sudah dua sesi saya menyimak kulwap "Perjalanan Ibu Bahagia" dengan dua topik berbeda. Topik pertama tentang "Mengenali ME sebelum menentukan Me Time" dan topik kedua tentang "Me Time, YES! Depresi, NO!" Menyimak perlahan sebagai silent reader sambil merangkum. Merangkum apa yang bisa dipetik dari kedua topik dan membuktikan formulanya dalam keseharian. Semuanya kembali pada perjuangan … Lanjutkan membaca Antara Kulwap, Ujung Tantangan, dan Anak Tangga Keimanan

Titik Puncak Insomnia : Sebuah Kewarasan Menjalani


Ada yang masih belum selesai terpikirkan. Meski ingin kututup rapat mata. Lelah memikul beban sehari-hari. Fisik ingin merebah ketika batas waktu telah menuju dini hari. Tapi sedikitpun mata tak mau terpejam. Malah semakin berdenyar dengan segala yang berkelebatan dalam pikiran.  Antara rutinitas, rencana sebuah momentum, menanggapi ritme fluktuatif si kecil, dan masa depan yang masih … Lanjutkan membaca Titik Puncak Insomnia : Sebuah Kewarasan Menjalani

Flashfiction #2 : Potret Buram


Sepasang insan saling berdampingan, menatap kamera dengan berbagai ekspresi dalam sebuah kolase. Kompak. Likers pada foto yang diunggah saat itu membuat mata berbinar. Ratusan orang menyukai. Belasan mengomentari. Langgeng, katanya.  Lama-lama isyarat dalam potret makin dekat, pegangan makin erat, dan tepuk tangan orang yang melihat makin dianggap hebat. Bangga, rasanya.  Betapa dekat dalam layar. Di … Lanjutkan membaca Flashfiction #2 : Potret Buram