Pembelajaran Blog Pribadi


Anak kelas 8 punya blog pribadi, hmm rasanya tidak aneh juga untuk generasi milenial yang akrab dengan gadget. Bahkan anak berusia TK dan SD sekalipun sudah cukup mahir menyentuh layar ponsel pintar. Tapi siapa sangka sebuah gadget bisa berakhir menjadi habit buruk bernama kecanduan game dan medsos.

Apa yang terjadi ketika blog pribadi menjadi bagian pembelajaran di kelas? Prakarya kelas 8 yang terdapat aspek Rekayasa, membuat saya ingin menumbuhkan jejaring bagi anak-anak bisa berbagi sekecil apapun pesan yang mereka posting masing-masing. Postingan pertama bagi mereka adalah pesan berupa perasaan dan fakta menjadi adik kelas sekaligus kakak kelas. Postingan selanjutnya tentang menulis tutorial kreasi mug sesuai yang alat bahan dan proses yang mereka lalui. Kemudian, hari ini mereka diminta untuk membuat sebuah testimoni acara sekolah yang berlangsung pekan lalu. Menampung minimal 5 pendapat teman tentang pengalaman yang mereka rasakan dalam beberapa kalimat dan alinea singkat.

Formasi awalnya anak-anak duduk berhadapan di koridor kelas dan mulai bergantian secara bergiliran. Namuuun… pas prak-nya di kelas, anak-anak malah ingin mengerjakan di areal parkiran. Hasilnya? Mereka malah naik di atas motor guru-guru. Baiklah, saya berikan aturan, “Yang duduk di bawah yang dianggap mengerjakan.” Sebagian ada yang masih berhaha-hihi sampai akhir pembelajaran, tapi ada juga yang memang fokus menanyakan satu per satu teman sambil mengetik langsung di blog masing-masing. Ceritanya blogging on the spot. Yang sudah selesai posting, langsung komentar di blog saya yang berjudul “Jejaring Blog Sevenation”. Sedangkan yang dari awal tak bawa HP atau fakir kuota :-D, mengerjakan di buku catatan Prakarya.

Kalau biasanya anak-anak diberi tugas blogging dan mulai sibuk menatap layar sendiri dengan kubikel masing-masing, hari ini setidaknya mereka belajar meramu pendapat dan berdialog dengan teman. Menata kalimat dari setiap lawan bicara dan membuat sebuah tulisan sederhana bernama “Testimoni Acara SBT (Spiritual Building Training)”

Two thumbs up buat kalian yang konsisten mengikuti alur berbagi yang benar tanpa interupsi. Interupsi bernama malas atau kata-kata “Nanti aja di rumah” atau sekadar beralasan “nggak punya kuota”.

blog pribadi

 

Iklan

Sebuah Dekorasi Kelas


pwpoint

Prakarya Kelas 9 kali ini fokus pada tema kerajinan Fungsi Hias. Kalau dulu kelas 7 dan 8 fokus pada sebuah objek dengan material tertentu, maka kelas 9 lebih pada menerapkan display fungsi visual-spasial. Memanfaatkan space kelas dan menata kreasi di dalamnya. Jujur saja, dari pertemuan pertama hingga kini, belum ada titik temu dekorasi seperti apa yang pas. Karena anak-anak di ujung episode putih-birunya seolah tak lagi punya banyak ide seperti awal masuk SMP. Mereka terhenti pada suatu titik jenuh bernama banyak tugas mapel lain dan belum lagi jelang fase ujian beruntun di semester 2. Berarti proyek dekorasi ini tantangan mendebarkan!

Tantangan ini sebenarnya melatih mereka untuk memposisikan diri sebagai tuan rumah di kelas sendiri. Bertanggungjawab atas kreasi dan mengondisikan kelas agar serasa hommy. Menciptakan display kreatif yang membuat mata segar dan semangat belajar makin berkobar. Eeaaa! 😀

Nah, proses detik ini masih di tataran konsep alias merancang dulu sedemikian rupa. Ada yang protes, kenapa nggak langsung praktek aja dengan bahan yang ada. Saya sebenarnya kecewa juga kalau bahan utama anak-anak ternyata lagi-lagi, mengandalkan KARTON terus tempel di dinding kelas. Kok rasanya kurang gereget dan mentok ide.

Banyak ide bertebaran begitu kita googling “DIY Classroom Decor”. Nah, tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan dan yang dirasa menarik. Misalnya berikut ini:

  1. Gantungan Quotes

2. Banner Lingkaran

Nantinya bisa diganti dengan foto anggota kelas.

3. Modifikasi Posisi Jam Dinding

4. Papan Sticky Notes sebagai Reminder

5. Papan Aturan Kelas (Reminder)

6. Papan Reminder Hari

Keren kalau setiap hari ada beberapa hal yang diingat dan ditargetkan untuk dicapai. Hari ini kita belajar …

Sungguh terlalu banyak ide bertebaran di berbagai laman visual, seperti Instagram dan Pinterest. Dengan memakai hashtag #classroomideas dan pin:classroomdecor.

Saking banyaknya bisa jadi kita bingung mau mengambil ide yang mana. Maka ketika berhadapan dengan lautan ide, jurus paling ampuh adalah ATM, Amati baik-baik, Tiru bagaimana tampilannya, dan MODIFIKASI untuk disesuaikan dengan space kita sendiri.

Oiya jangan lupa bahan utamanya lebih variatif lagi ya, karena material dekorasi bukan cuma karton alias kertas semata. Tambahkan variasi seperti kain, kanvas, triplek, tali, dan material lainnya.

Selamat mendekor kelas!

Kreasi Menghias Mug


Ada berbagai macam definisi Mug atau yang sering kita kenal dengan istilah cangkir. Namun secara umum, mug merupakan suatu jenis wadah tempat minum yang pada umumnya dipergunakan untuk menyajikan minuman hangat seperti teh, kopi, susu maupun coklat panas. Menurut definisinya, mug merupakan wadah minuman (cangkir) yang dapat menampung volume minuman lebih banyak dibandingkan dengan jenis cangkir yang lain. Pada umumnya sebuah mug memiliki volume yang dapat menampung minuman sekitar 12 ons atau 350 ml, atau dua kali ukuran volume yang dapat ditampung oleh cangkir teh. Namun pada acara-acara formal tertentu,

mug tidak selalu digunakan sebagai wadah untuk minuman panas, melainkan lebih cenderung dipakai sebagai souvenir penghias yang dapat menimbulkan kesan artistik dan menarik. (http://crafo.blogspot.co.id/2010/04/definisi-mug.html)

Nah pada sesi prakarya kelas 8 ini, kita akan mencoba menghias mug dengan berbagai teknik yang diinginkan. Selanjutnya proses dan hasil kreasi diposting ke blog masing-masing sebagai tutorial kreasi mug.

mug sevenation

Contoh kreasi mug seperti di bawah ini:

Kalau masih stuck alias kekurangan ide, googling tentang “menghias mug” mungkin bisa menambah referensi membuat kreasi lainnya.

kreasi mug

 

Jejaring Blog Sevenation


header sevenation

Mengawali sebuah jejaring berarti membuat sebuah titik keberadaan bernama blog pribadi. Akan ada kebingungan memulai pada awalnya. Bahkan dengan perangkat canggih sekalipun, jika tak punya keinginan untuk mencari tahu caranya, gadget tak akan berguna maksimal.

Berani menjadi bagian jejaring inspirasi selagi muda. Belajar memfilter dan menciptakan konten yang berkualitas sedikit demi sedikit.

8 Ali | 8 Sa’id | 8 Zaid

1. Fakhri

2. Dhaifan

3. Khalifa

4. Fatih

5. Adam

6. Ariq

7. Nadila

8. Fahmi

9. Karin

10. Zidane

11. Arin

12. Bilqis

13. Rayhan

14. Yafi

Selamat Datang Dokumen Kelas!


Hari pertama di sekolah tanpa kehadiran kelas 9. Ya, mereka telah melaksanakan momen pelepasan Sabtu lalu (20/5). Euforia pagelaran dan haru biru perpisahan telah dilalui, namun tugas sebenarnya baru saja dimulai. Membenahi dokumen kelas sekaligus menggenggam tugas penilaian akhir tahun kelas 7 dan 8. Tugas mengolah raport dan pemberkasan ijazah menyambut di hadapan.

Tahap pertama dalam tugas ini adalah tindak lanjut form KKM anak-anak. Kriteria Ketuntasan Minimal dilakukan lewat ikhtiar anak-anak menghubungi guru mata pelajaran yang masih kurang nilainya. Untuk kemudian diolah kembali dalam tahap editing rapot.

Kalau boleh jujur, berperan sebagai MK berarti membuat saya keluar dari zona nyaman. Sebagai guru sekaligus manajer kelas, maka software Office harus digeluti dengan berbagai rumus khusus seperti Excel. Sebenarnya saya lebih nyaman dengan Corel. Tanpa rumus-rumus tertentu, jemari tinggal leluasa mengukir komposisi visual. Saya tidak suka, tapi saya butuh untuk bisa. Ketidaksukaan itu harus dirangkul dan dipelajari. Akhirnya, perlahan saya bisa mengulik sendiri dan merasakan sensasi, Oh ternyata saya bisa lakukan hal ini.

Rumus yang dibutuhkan dalam excel ini biasanya dalam membuat rentang rata-rata dan rentang deskripsi. Hal yang masih belum saya pahami adalah soal merger atau mailing dari Excel ke Word. Sistem olah rapot selama ini belum permanen seiring pergantian kurikulum yang berpengaruh pada sistem penilaian. Awalnya manual lewat excel tanpa jaringan. Kemudian beralih pada one drive yang sering crash karena dipakai secara berjamaah dalam satu waktu dengan jaringan wifi Bersama. Nah, sekarang saya harus lebih menyingsingkan baju karena sistem beralih pada manual copy paste satu per satu dari file guru mata pelajaran. Cayoooo… menyemangati diri sendiri.

Tugas baru saja dimulai. Kalau biasanya Senin bulan lalu saya masih berjibaku dengan rutinitas di kelas 9, kini saya berteman dengan tumpukan dokumen. Nikmati, hayati, dan jalani dengan teliti. Ganbatte!

*Senin padat dalam momen Penilaian Akhir Tahun

#ODOPfor99days

My Frame About Them


Karena mengenal kalian berarti belajar memahami riak emosi dan menyederhanakan ekspektasi. -Wildainish

MK 9B

Mengenal kalian, sebuah momen berharga dalam hidup. Betapa segala rasa bercampur aduk di sana. Ada  kalanya kita jenuh dengan segala beda. Segala tuntutan untuk menjadi ideal tersemat pada kalian sebagai kakak tertua di sekolah. Lelah boleh saja, diragukan mungkin menyisakan sakit hati. Tetapi jangan pernah berhenti untuk bangkit dan menata kembali hati. Ya, hati yang pernah kotor karena emosi tak terkendali.

Energi masa muda yang bergejolak hingga seringkali salah arah dan tak sesuai jalurnya. Tetaplah berusaha untuk memenangkan hati nurani. Bukan pemenang di atas derita sesama. Bukan pemenang di atas cara hina sikut sini sikut sana. Hidup kalian begitu istimewa ketika  mampu meraih makna. Segala hal pahit dan mengorek luka bisa jadi membuat kalian lebih dewasa. Masa putih biru ini beranjak berganti pigmen menjadi putih abu. sebuah warna yang lebih matang dan tenang.

Segala urusan menjadi baik jika kita punya cara pandang yang jernih. Jadi, serumit apapun tantangan di hadapan, cobalah melangkah ke zona kehidupan sesungguhnya. Biarkan kalian “keras” pada diri sendiri demi totalitas ikhtiar, agar lingkungan yang melunak untuk kalian. Sebaliknya, jika kalian terlalu lunak atau rapuh dalam menyikapi dunia, maka dunia yang akan lebih keras menuntut. Ayo lebih kuat, lebih dekat pada Sang Pemilik Nyawa, dan lebih menebar manfaat pada sesama. Sayang kalian…!

*sebuah halaman penyerta di Buku Kenangan “Fifthstory”

Proyek UKK KTK Kelas 8: Majalah Angkatan


Hai sixfastco! Setelah One Week One Design kartu nama, sekarang kita menuju proyek pamungkas sebagai kolaborasi 3 lini besar yaitu doodling, desain, dan fotografi. Anggap saja OWOD ini direkap menjadi mahakarya kalian di ujung kelas 8, ya! 

🚪Mengapa harus ada proyek majalah angkatan? Jawabnya: 🔑 ini bekal berharga kalian menuju kelas 9. Karena mengukir komposisi sebuah desain itu tak bisa mendadak. Berawal dari konsep, pengembangan ide, dan purwarupa yang kreatif. Anggap saja ini latihan awal untuk meracik objek grafis di Coreldraw sebelum beranjak membuat buku kenangan kelas 9 nanti. Berarti proyek ini bersifat jangka panjang ya. Jadi, maksimalkan dan usahakan yang terbaik. 

⌛💡 Bagaimana peta progressnya? 📑📈📝

  1. Memulai dengan PAHAM dengan informasi awal yang diberikan lewat jejaring sosial. Misal lewat poster di bawah ini. Paham dulu baru yakin berusaha maksimal.
  2. Brainstorming. Belajar mengalirkan gagasan lewat berdiskusi dengan santun di halaman virtual. Satu orang wajib berkomentar atas proyek ini satu kali. Menanggapi teman dengan jawaban pro/kontra dianggap poin tambahan. Ini upaya belajar blogwalking. Komentar berupa tanggapan proyek majalah angkatan dengan share link blog masing-masing di kolom komentar bagian bawah. 
  3. Proses ATM alias Amati-Tiru-Modifikasi. Lewat dari puzzle ide yang ditangkap dari berbagai sampel majalah. Lebih baik pilih satu sampai dua contoh desain untuk dijadikan bahan pengembangan ide halaman pribadi. Think desain! Belajar meniru dan memodifikasi. 
  4. Mulai mencorat-coret dan sketsa awal tata letak halaman di kertas kosong. Jangan beralasan, “Da aku mah nggak bisa gambar, Bu!” Ayo belajar goreskan sketsa manualmu. Siapkan bahan dan tools yang diperlukan sesuai rubrik. Misal, rubrik yang dipilih adalah sastra, apa saja yang layak ditampilkan dan cocok dengan imej halaman sastra. Kalau cerpen/flash fiction, berarti siapkan isi cerita, judul menarik, dan ilustrasi yang mendukung.
  5. Konversi dari manual ke digital. Nah, saatnya mengukir di atas kanvas digital alias Coreldraw. Kalau nggak punya, usahakan pakai prinsip solidaritas alias pinjam teman, karena ini proyek bersama. Samakan dengan sketsa awal yang dibuat. Berubah boleh asal sekadar modifikasi, jangan sampai melenceng dari rancangan awal.
  6. Pastikan komposisi/tata letaknya menarik dan balance. Seperti yang pernah dipelajari sebelumnya yaitu belajar kombinasi warna, hindari distorsi objek, dan patuh pada keamanan garis tepi. Siap-siap jatuh bangun revisi, ya!
  7. Akan ada satu leader setiap kelas yang bertanggungjawab mengumpulkan kolektif desain per orang. Tugasnya menyortir halaman dan belajar membuat E-BOOK VERSI PDF. Deadline-nya 17-18 Mei 2017.
  8. Launching majalah sebelum Ujian Kenaikan Kelas. Karena sifatnya majalah angkatan, bisa jadi urunan membuat 2 dummy majalah. Untuk perpustakaan 1, untuk arsip pembelajaran 1.

Jadi ada 8  langkah yang harus dilakukan untuk sebuah majalah angkatan. Ditunggu segera brainstorming (curah gagasan) di bawah ini ya! Mulai dari usulan nama majalah, tagline di cover, konsep cover, dan formatnya seperti apa. Ayo kita sukseskan bersama, sixfastco ht! 

#ODOPfor99days