Gaya Belajar #15 : Setia pada Satu Aktivitas


Khanza masih belum Move on nih dari karpet puzzle evamat. Entah karena nggak ada lagi pilihan (padahal ada piano dan playdough), atau Khanza memang memilih setia. πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜… Apa sih Bun, mendadak melankolis. 😁 Soalnya setiap duduk di ruang depan, Khanza pasti langsung cari evamat dan langsung membuat kotak. Masuk di dalamnya dan kembali bergaya jual-jualan. Setelah itu kembali menaiki panggung dadakan sambil bergaya. 

Khanza perlu stimulasi lain sepertinya. Di saat bundanya banyak ide ini-itu untuk gaya belajar berbeda, ternyata dalam waktu yang sama energi bundanya sudah terkuras seharian oleh rutinitas di sekolah. Maafkan bunda, ya, Nak… Jadinya membersamai dengan aktivitas yang itu-itu saja dan minim stimulasi. πŸ˜‘πŸ˜Ά Pembelajarannya bulan ini banyak agenda yang membuat energi bunda terbatas membersamai. Ayoo sempatkan sebisanya. Menyediakan porsi yang tepat tanpa memforsir diri. 

Sungguh, di ujung kebersamaan hari-hari kemarin bersama Khanza, membuat bundanya malah pulas setelah ngelonin atau setelah membacakan cerita. Jadinya ikut tidur sementara setor tantangan tertunda berhari-hari. Rasanya badan ikut remuk ketika penat di sekolah karena banyak agenda ditambah urusan domestik rumah yang masih menumpuk. Allahuma yassirlii…

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Iklan

Gaya Belajar #13 : Benda Multi Fungsi


Suatu benda bagi Khanza kadang fungsinya bisa berubah seketika sesuai imajinasinya. Misalnya gelas bening yang ada di atas meja. Saya pikir Khanza meraih gelas itu dan langsung minta minum. Tapi… Apa yang terjadi? Khanza naik meja, meraih gelas, dan berdiri dengan kepala goyang kiri-kanan. Bak penyanyi di atas panggung. Oalah, gelas kaca berubah fungsi jadi microphone. πŸ˜„πŸ˜…πŸ˜†

Bundanya nggak bisa membiarkan Khanza berlama-lama pegang gelas dengan lincah dan bernasib serupa seperti mangkok yang pecah tempo hari. Pecah karena bergeser dari pinggir meja dan nyaris mengenai kaki Khanza. Kinestetik Khanza nampaknya berpadu dengan auditorinya. 

Sedang asyik nyanyi-nyanyi di atas meja, bundanya menyela sambil berkilah, “Pinjem gelasnya yaa, bunda mau minum.” Alhamdulillah Khanza mau nurut dan menyerahkan gelasnya. Coba kalimatnya begini, “Siniin gelasnya, nanti pecah gimana, nanti kena kaki, nanti bla.. bla.. bla..” πŸ˜… Saya yakin yang ada Khanza malah  badmood sambil meringis. 

Setelah selesai dengan aksi mic gelas (bukan mie gelas) πŸ˜†, Khanza meraih boneka beruang pink dan langsung duduk di atas gagang pinggiran kursi. Kemudian bersorak lagi, “Hayu naik motor yaa, Beno pink, ngeng.. ngeng.. ngeng..” Oh, lagi boncengan ternyata… 😁 Lagi-lagi kinestetik auditorinya berperan sambil main peran. 


Masih banyak benda yang menjadi berubah guna ketika Khanza berimajinasi. Semoga semakin dikuatkan dalam memahami dan membersamai imajinasi yang tanpa batas. Aamiin.

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Gaya Belajar #12 : Kenalan dengan Little Abid


Khanza sudah merengek manja sejak Ahad lalu. Begitu sampai Family Fun Day dan melihat stand buku, Khanza langsung menarik-narik tangan sambil merajuk, “Bundaa… Tel bid (little Abid) Khanza mana?” Matanya begitu jeli saat melihat mobil kontainer biru merah yang terpajang dekat stand. 

Khanza tiba-tiba ingat kalau bundanya menjanjikan beli little Abid yang belum sampai juga. Alhamdulillah, ternyata paket yang diinginkan tiba juga hari Senin lalu. Khanza berteriak kegirangan begitu dusnya dibuka di rumah dan langsung menaiki kontainer lalu berdiri di atasnya. Buku-buku yang menarik secara visual langsung membius Khanza sampai berpose baca serius. πŸ˜…

Bunda sengaja belum melengkapi dengan Little Abid dengan Hafiz Pen-nya. Selain, belum cukup budget πŸ˜‚, juga Khanza belakangan ini masih senang lempar barang. Jadi, sejauh ini suara bunda dan ayahnya yang menggantikan bak dubber ekspresif saat membacakan cerita. Khanza senang mengamati gambar-gambar di buku dan malah menebak setiap visualisasi objek satu per satu. 

Alhamdulillah, ada teman setia yang sesekali menemani Khanza dengan aman saat bundanya cuci piring atau sekadar ke kamar mandi. Karena biasanya Khanza anteng corat-coret dinding saat tengah sendiri. πŸ˜…

#level4 #tantangan10hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Family Projects #1 : Jelly dan Perut Kembung


Bismillah… 

Memulai jejak pertama pada level 3 kuliah Bunsay IIP, membuat harap-harap cemas. Sudah ada rancangan tentang proyek keluarga yang akan dilakukan selama dua pekan kedepan. Qadarullah, Khanza di usia 29 bulan ini sedang kurang sehat. 

Sepulang mengajar, ia hanya tergolek lemah tak mau makan apapun. Memilih duduk dan merebah saat ditawarkan nasi atau susu. Saya pun mencoba mengajaknya membuat jelly. Berharap Khanza bisa masuk makanan meski sedikit, karena sebelumnya nasi yang masuk keluar lagi karena muntah. Demamnya dua hari lalu sudah turun tinggal perutnya yang masih kembung. 

Alhamdulillah, Khanza masih mau membantu sedikit meski hanya menuangkan bubuk Jelly ke dalam panci. Sampai jelly-nya matang, Khanza justru tertidur lebih dulu. 

Segala sesuatu yang terencana hanyalah setitik ujian saat dibenturkan dengan takdirNya. Semakin mengerti bahwa anak punya masa-masa fluktuatif. Ada kalanya ceria lincah tak tertahan, ada kalanya tak bergairah sedikitpun. Hanya terdiam dengan tatapan sendu dan ingin selalu dalam dekapan. Syafakillah, Nak…
#day1 #level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP #khanzalayyina #29month #ODOPfor99days

Melatih Kemandirian Hari ke-12 : Inisiatif Meminta


Di antara keinginan Khanza yang beragam dan tak terduga, sebenarnya saya pun sedang belajar darinya. Belajar untuk tak selalu meloloskan keinginannya, membimbingnya untuk mengendalikan diri, dan memberikan pengertian tentang tak semua yang diminta langsung terlaksana. 

Lalu apa yang terjadi jika saya langsung mengelak dari permintaannya? 

Kadang ia akan menangis dan berteriak. Lalu saya belajar satu hal lagi tentang pandai-pandai memberikan hal lain untuk mengalihkan perhatiannya. Misalnya, Khanza meminta naik permainan kuda saat saya mampir ke minimarket. Tadi itu sudah lewat Maghrib dan saya tak mungkin membiarkan Khanza kedinginan. Akhirnya saya coba berikan pengertian kalau malam kudanya sudah bobo. Nanti lagi ya. πŸ˜…

Di antara sekian keinginannya, saya belajar lagi dan lagi. Selain melatihnya mengendalikan diri juga belajar memberikan sejuta alternatif agar anak tetap dihargai tanpa dicederai hatinya. 

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Hari ke-9 : Observasi pada Komunikasi Produktif


Sesungguhnya saat lebih jeli mengamati, saya tengah mendidik diri sendiri. Belajar pada keunikan setiap pribadi. Menelisik lebih dalam, memerhatikan setiap detil keistimewaan. Pelan-pelan saya mendapati makna, benar sebuah lirik lagu dari Petualangan Sherina, 🎡lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti.🎡

Mendapati Khanza begitu gembira saat diajak ke sekolah tempo hari. Binar matanya dan langkah kecilnya menapaki tempat saya mengajar dengan riang. Baginya, berkunjung ke sekolah menjadi interaksi tanpa batas untuknya bebas berceloteh dan bergerak ke sana kemari. Qadarullah Jumat kemarin Khanza saya bawa karena ibu dan adik saya ada kepentingan mendesak. Akhirnya Khanza saya bawa dengan berbekal makan siang dan cemilan secukupnya. 

Mampir ke ruangan administrasi, Khanza menyapa rekan saya di ruangan itu dengan ceria. Saat ditawari menonton lagu anak di ponsel, Khanza memilih bermain beberapa kepingan lego. 

Di hari kemarin, Khanza benar-benar bereksplor maksimal. Penuh energi. Rasanya energi saya pun tak bisa mengimbangi kelincahannya. Menyambangi ruang guru dan membuat “kegaduhan” di sana πŸ˜…πŸ˜† dengan tingkah gemasnya. 

Saat dibawa rapat kegiatan, mata saya didera kantuk luar biasa, sementara Khanza berlari-lari kecil mengitari karpet. Ada rasa gereget ingin merayunya untuk bobo siang. Tapi dasarnya anak tak bisa dipaksa kalau belum waktunya. Toh malamnya pun Khanza terlelap sendiri tanpa dininabobokan. 

Pada hari ke-9 dari tantangan 10 hari ini, saya benar-benar dibimbing untuk belajar dari kebersamaan yang sesungguhnya. Dibimbing untuk benar-benar berubah dan memperbaiki interaksi hari ke hari. Mencoba membandingkan respon sebelum dan sesudah mengaplikasikan poin demi poin komunikasi produktif dalam perkuliahan Bunda Sayang IIP. 
#level1 #day9 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip #ODOPfor99days


Tantangan Hari ke-4 Komprod : Mengatakan yang Diinginkan


Tantangan hari-ke 4 ini tentang mengatakan yang diinginkan. Khanza memasuki usia 27 bulannya semakin banyak request dari hari ke hari. Banyak keinginan rutin yang harus segera dituruti, misal ingin susu, makan, minum, dan mandi. 

Nah, semakin hari banyak keinginan tak terduga dan cenderung impulsif karena langsung bereaksi ketika menolak. Dalam arti yang diinginkan tidak sesuai harapannya. Berontak seketika. Dengan cara merengek, menangis, dan teriak. Kadang kalimat ampuh meredakan rengekan dan mendeteksi keinginan dengan kalimat, “De, bicaranya yang betul, mau apa?.” Khanza pun perlahan menurunkan nada suaranya dan mulai mengatakan dengan jelas. 

Keinginan yang paling harus dikendalikan dan diarahkan adalah saat membawanya ke supermarket. Maunya Khanza menjelajahi lorong dan mengambil barang atau makanan yang warnanya mencolok. Tanpa bicara sedikitpun, Khanza dengan mudahnya memasukkan satu per satu ke keranjang belanja. πŸ˜…πŸ˜‚ Bundanya yang keteteran dan mengembalikan beberapa yang tidak perlu ke tempat semula. 

Hari ini keinginannya begitu banyak sepulang saya mengikuti acara di luar. Mulai dari minta timbangan berat badan sampai ingin menyuapi ayah dan bundanya. 

“Nda, timbangan mana?” 

“Ada, kenapa, De?”


“Mau timbang-timbang.” ujar Khanza sambil menaiki timbangan dan melihat angka di bawahnya seolah sudah paham berapa kilonya. Lucunya, Khanza langsung berlari meminta disuapi dan naik timbangan lagi. Sepertinya satu suapan menurut Khanza bisa menaikkan berat badan. 😁 

“Nda, mau kursi bebek.” Dia langsung membawa perlahan dan memindahkannya ke ruang depan untuk makan sambil duduk. Inisiatifnya tumbuh dan ada kalanya tak ingin dibantu. 
Yang terakhir, Khanza ingin menyuapi saya dan suami sambil bicara mirip gaya orangtuanya.

“Nda, ayah, ini ada helikopter, aa… aa…” Saya dan suami seketika menyambut nyam nyam dari sendok yang disodorkan Khanza. 

Perilaku keinginannya yang impulsif membuat tantangan tersendiri. Bagaimana caranya terus memahamkan dan mengarahkan bahwa tak setiap keinginannya harus dituruti lewat kompromi dan negosiasi. Tentu saja dengan diksi dan intonasi yang tepat. Mengalihkan perhatiannya sebisa mungkin saat keinginannya tak mungkin diwujudkan seketika. 

#level1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #bunsayiip #ODOPfor99days