Antara Cita dan Asa


ANTARA CITA DAN ASA

Biasanya anak SD kalau ditanya cita-cita, rata-rata mereka pasti menjawab ingin menjadi pilot, dokter, guru, insinyur, polisi, dan lain sebagainya. Jawaban tentang cita-cita begitu mudahnya terucap dari mulut anak SD. Jelas, waktu SD yang dipikirkan tentang cita-cita adalah hasil dari daya imajinasi, jawaban anak SD tentang cita-cita tentu akan berbeda ceritanya kalau yang ditanya anak SMA. Wah, tentu sangat jauh berbeda, dan mereka yang SMA akan berpikir berkali-kali untuk memberikan sebuah jawaban yang tepat tentang cita-cita di masa depan.

Sama halnya seperti aku dulu, ketika SD aku bercita-cita menjadi seorang arsitek, yang pintar mendesain bentuk bangunan. Aku pikir menjadi arsitek itu mudah, dengan modal hanya bisa menggambar, kupikir aku bisa langsung menjadi arsitek. Ah, namanya juga anak SD, penuh keluguan dan polos. Dan cita-citaku berubah menjadi Apoteker atau ahli farmasi. Ketika aku Aliyah kelas 1, aku bingung mau meneruskan ke jurusan IPA atau IPS. Sebenarnya aku ingin sekali menjadi ahli farmasi, yang tentunya harus masuk MIPA. Tapi, banyak hal yang aku pertimbangkan dan akhirnya aku masuk IPS juga. Dan cita-cita itu terkubur dan sudah aku lupakan. Padahal, keinginanku menjadi apoteker sangatlah menggebu-gebu. Sekarang… sudah berbeda, sedikit demi sedikit dan step by step, aku merasakan ada satu yang kuingin, ya.. cita-cita yang sesungguhnya adalah sekarang aku ingin menjadi seorang jurnalis dakwah yang bisa mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman dalam kinerja dan kontrol media massa. Cukup sulit tentunya, beberapa rintangan harus aku lalui. Tapi, aku tak akan menyerah. Aku ingin sekali menjadi seorang jurnalis, iyalah aku kan kuliah sekarang di Jurnalistik. Masa sih kuliah di Jurnal, pengennya jadi dokter, khan ga nyambung! Maka, milikilah cita-cita sesuai minat dan bakat dalam bidang masing-masing. Jangan memaksakan diri kuliah di Jurnal tapi ingin menjadi Polisi. Hehehe! Semua orang juga tahu kalau kuliah di Jurnalistik itu pasti prospek ke depan jadi analis, teknisi, dan wartawan. Tapi, itu terserah, semua orang punya pemahaman yang berbeda. Intinya, tekunilah bidang yang kita cintai!

4 thoughts on “Antara Cita dan Asa”

Silahkan komentar, senang bisa berbagi :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s