Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #9 : Helm Mungil untuk Khanza 


“Nanti kita beli helm ya, Nak,” ujar Ayah sambil membujuk Khanza untuk dibonceng depan. 

Saya pikir ayahnya hanya membujuk saja agar Khanza mau naik motor tanpa saya gendong. Ternyata benar, Khanza sudah pakai helm mungil. Ayah sengaja beli. Nuhuun, Yah. 😊😉

Setelah dipikir-pikir, helm semungil itu jadi sesuatu yang berharga bagi kami sekeluarga. Selain habit pulang-pergi berkendara setiap hari, Khanza juga bisa sedikit belajar tentang keselamatan bermotor 😄. Plus resiko masuk angin bisa sedikit teratasi. Kami bertiga mesti berdamai dengan cuaca dan ritme jalanan. Setidaknya untuk tahun-tahun kedepannya sampai Khanza usia sekolah, kami harus terus menyiapkan stamina. Mengukur jarak antar kota dengan kuda besi. Ya, walau hanya sekitaran Cimahi-Bandung ibarat angkot sejuta umat alias angkot hijau Cimahi-Leuwi Panjang 😅.

Rencana kedepannya, saya ingin kembali belajar motor. Dulu sebelum nikah sempat jadi  rider motor bergigi, kini vakum tiga tahun lamanya. Belajar bonceng Khanza saat ayahnya berhalangan. Tak lupa menyiapkan jaket yang cukup hangat untuknya agar bisa melindungi dari angin jalanan yang menerpa. 

Seharian ini Khanza tidak bobo siang, akhirnya sepulang dijemput dari neneknya langsung tidur pulas begitu sampai rumah Maghrib tadi. Qadarullah ayah sedang kurang sehat sepulang jemput, panas dingin menggigil. Jadilah bunda termenung sendiri di ruang depan. 😂 Sebenarnya nggak termenung juga sih, tapi alhamdullah sudah selesai cuci baju mumpung anak tidur. Di ujung Jumat yang cukup melelahkan ini, rasanya ingin juga segera merebah mendekap anak dan suami. Tapi entah mengapa rasanya fisik dapat kekuatan berbeda. Rasanya Allah telah menganugerahkan energi untuk saya menuntaskan urusan berbenah. Lelah ini tak ada apa-apanya karena lillah. 

#Day9 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #8 : Pesta Rakyat di Ciwidey


Hari ini kosakata Khanza bertambah satu. Lodong. Saat saya sekeluarga memasuki area Pasirjambu, pukul 8 kurang kemacetan mengepung panjang. Iring-iringan pawai khas agustusan membuat bahu jalan semakin menyempit. Saat tadi pulalah, Khanza bertanya-tanya tentang suara nyaring yang cukup memekakkan telinga. “Dum!!!” Suara berkali-kali terdengar dari potongan bambu yang dicampur karbit dan air. 
Hari ini kami memanfaatkan libur merah satu hari dengan berkunjung ke Abah Enin-nya Khanza di Ciwidey. Melepas rindu sejenak dan bermain dengan sepupunya Khanza. Setiap ke Ciwidey, Khanza pasti ingat kalau di sekitar lapang ada perangkat playground anak TK. Antusiaslah dia berlari dan berkali-kali meluncur dari perosotan. 

Aktivitas lainnya yang tak luput dari perhatiannya adalah corat-coret again. Dimana ada krayon, di situ Khanza mulai beraksi. 😁😀

Hari ini sebenarnya berharap ada sejenis lomba yang bisa buat anak balita, tapi kami seharian hanya bisa menikmati kemacetan dari pinggir jalan. Sesekali Khanza menagih cemilan wafer dan ujungnya rewel karena ingin tidur siang. Semoga tidak kapok karena pernah dengar dentuman lodong, ya, Nak! 😂

#Day8 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #7 : Ikut Momentum Merdeka


Alhamdulillah aktivitas Khanza hari ini begitu maksimal bergerak. Mulai dari menemani bundanya di sekolah saat refleksi kemerdekaan, belanja kebutuhan sekolah, sampai jam sebelum tidur. Masih semangat berceloteh dengan boneka-bonekanya dan teman baru bernama “Taro”. 😊 Taro ini bantal leher bergambar beruang coklat. 

Begitu sampai gerbang sekolah, Khanza sudah antusias dan ingin cepat turun berlari. Menyusuri area lapangan sambil mengitari  stage acara. Senang melihat orang banyak dan pede jalan di antara kerumunan. 😁 

Dalam momentum kemerdekaan ini, saya berperan sebagai juri menggambar. Khanza pun ikut mengukir spidol di atas kertas begitu melihat peserta lomba menggambar. Pergerakannya di sekolah begitu “jarambah” alias super jelajah. Dari ujung koridor sampai gerbang utama, jika tak sempat didampingi seperti ia bisa saja berlari lewat parkiran menuju jalan. 😅 Oiya begitu masuk perpustakaan, Khanza langsung anteng membaca komik fakta pengetahuan. 

Alhamdulillah, momentum di sekolah ini Khanza bisa terlibat dalam dunia keseharian bundanya karena tidak ada KBM di kelas. Kesempatan selanjutnya semoga bisa main ke sekolah lagi ya. 😉

#Day7 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #6 : Jalan-Jalan Sore



Bagi Khanza, melangkahkan kaki keluar berarti sejenak merasakan kebebasan bergerak. Sebuah kebahagiaan sederhana. Begitu bundanya memakai kerudung langsung saja, seketika ia merengek ingin ikut ke warung. Buru-buru ia membawa sendalnya dan memaksa keluar. 

Sore tadi Khanza saya ajak jalan-jalan sekitar gang. Sekadar jalan-jalan kecil ke depan gang dan balik lagi ke depan rumah. Khanza begitu semangat menyusuri setiap belokan gang. Menyapa kucing tetangga sambil berceloteh dan menunjuk bis yang lewat depan gang sambil berujar, “Et om.” 

Sepulang mengajar ini terkadang momen bersama Khanza tak terlalu banyak, harapannya di hari lain saya bisa menemaninya dengan mengajak Khanza ke sekolah. Tantangannya adalah memanfaatkan jam kosong mengajar dan menyesuaikan amanah di sekolah tak terbengkalai. 

“Khanza sabar, ya. Bunda harus ngajar. Nanti sore peluk Bunda lagi ya.” 

Kata-kata meluncur di atas setiap pagi pamit dan memastikan Khanza tak melepas saya dengan tangisan. Padahal di hati bundanya tetap menyisakan secuil baper. 😢😥😅 

#Day6 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #5 : Menunggu Ayah Pulang


Biasanya sepulang mengajar saya langsung jemput Khanza pukul 5 sore, namun karena menunggu ayahnya masih lembur, saya memutuskan untuk menunggu di rumah ibu. 

Khanza ikut menunggu sambil mengemil kuah ceker. Seperti biasa, ketika menemukan  sampah kecil seperti bungkus permen pun, Khanza langsung berlari kecil ke belakang untuk membuangnya. 

Ayah ternyata tiba pukul 8 malam, jadilah saya dan Khanza batal pulang karena khawatir Khanza masuk angin lagi. Suami meminta saya menemani Khanza menginap di rumah neneknya, sementara suami langsung pulang ke kontrakan. 

Apa yang Khanza lakukan begitu ayahnya datang? Pertama memeluk erat saling rindunya 😊😅. Meski mereka sering berantem, dalam arti ayahnya suka jahil menggelitik Khanza sampai ngambek. Mereka adalah dua orang kesayangan yang begitu erat saat bertemu. Kedua, ikut mengaduk teh manis untuk ayah sampai ikut minum dan bajunya ketumpahan. 😂 Ketiga, menyuapi ayah dengan permen lembaran yang rasanya minta pedas. Biasa… Ayahnya kadang suka jahil dan akhirnya malah Khanza yang menyuapi balik. 

Menunggu ayah di sela waktu sepulang mengajar ini kadang membuat Khanza mati gaya sampai bosan menunggu. Perlu diberikan aktivitas khusus seperti mengemil dan menemaninya dengan sabar. Rencana fampro di rumah sendiri selalu menyesuaikan dengan kondisi yang ada terutama pertimbangan si kecil.

#Day5 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #4 : Tersisa Manja


Alhamdulillah bertepatan hari ke-4 family project, Khanza sudah ceria kembali. Perlahan nafsu makannya tak seminim hari-hari lalu. Apa yang tersisa sekarang? Kalau kata orang Sunda mah, kantun ogona. Kalau kemarin inginnya menyendiri, nah sekarang malah ingin menempel terus sama bundanya. Saya ingin ke ruang depan untuk makan pun, dia protes karena ingin ditemani di kamar.

Julukannya pun perlahan berganti. Biasanya saya memanggil Khanza dengan sebutan De Khanza atau Dede. Sekarang Khanza menginterupsi untuk dipanggil, “Teteh Khanza, Bunn” 😄😊 Apa Khanza mau punya adik? 😅 Sebenarnya jadi senang juga panggilannya berbeda. Menumbuhkan naluri sebagai anak yang di-teteh-an meski belum ada adik. Biar tak terlalu lama di-dede-kan dan manja. Bahasanya agak belibet juga. 😁

Hari ini Khanza bisa kembali bantu bundanya menjemur dengan estafet baju-baju kecilnya. Tak sempat difoto karena nanggung tangan bundanya basah dan ayahnya sedang input data. Tangan Khanza begitu asyik menampung tetesan air jemuran. 

Tak lama kemudian Khanza menemani saya ber-handlettering ria di ruang depan. Ia pun tak segan membuka cepuk dan mengambil pulpen juga spidol. Mulailah Khanza meniru bundanya menggoreskan coretan khasnya. Dengan adanya banner yang melapisi dinding, berguna juga bagi Khanza mencoreti dengan bebas tanpa khawatir mengotori tembok. 

Khanza sangat senang begitu ayahnya memberikan bola-bola plastik warna-warni. Ia langsung mengeluarkan sekaligus memasukkan kembali bola-bolanya, bahkan tas bunda pun ikut menampung beberapa bola. 

Hari ini berharga meski tak kemana-mana. Menemani Khanza di rumah dengan celotehnya kembali terdengar membuat saya menyimpan segala penat yang ada. Tersadar esok hari Senin menjelang dan kami kembali pada ritme antar pagi dan jemput sore hari. 

#Day4 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #3 : Beralih Agar Pulih


Bismillah walhamdulillah…

Diare Khanza sudah berkurang tinggal lemasnya yang masih ada. Ditambah maunya merebah seharian. Sesekali Khanza malah meminta saya keluar kamar dan nonton TV. Kesannya ia ingin menyendiri.

Saya mencoba mengalihkan perhatiannya agar ia kembali bereksplorasi. Memanfaatkan dinding ruang depan dengan memasang banner bekas. Banner tersebut dirancang sebagai wahana corat-coret Khanza sekaligus display keluarga. 

Proses mengalihkan perhatian ini sebagai upaya kecil agar Khanza tidak bosan karena berbaring terus. Memberinya sedikit aktivitas agar tak terlalu kaku bergerak. Syukurlah Khanza antusias ketika melihat kuas dan cat air berwarna hijau. Ia nampak leluasa menggoreskan kuas dan membiarkan tangannya berlumuran cat. Khanza nampak serius melukis di banner dengan acak. 

Selanjutnya ia pun bergerak ke kamar untuk bobo siang. Saat saya ingin menemaninya dan merebah. Betapa godaan terbesar adalah tumpukan setrikaan sudah menunggu untuk disentuh. Baiklah, bangkit dan segera eksekusi, meski ingin sekali mendekap Khanza sambil tidur siang sejenak. Memanfaatkan waktu mumpung Khanza masih tidur dan akhirnya saya berhasil meraih bagian bawah keranjang dan membuat menara lipatan baju. Horeee… Selanjutnya, lipatan ini siap mendarat di lemari. 😊😄😅

Faidza faraghta fanshab. Melalui family project ini membuat saya menyesuaikan ritme dan terus berproses step by step. Apalagi yang harus dituntaskan selanjutnya. Terlebih, rancangan family project begitu menggoda untuk menyiapkan kejutan untuk anak dan suami. Meski hanya lewat sajian nasi liwet dan memutar video Khanza saat bayi. Semangaaat! 😍😊😉

#Day3 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP