Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #8 : Pesta Rakyat di Ciwidey


Hari ini kosakata Khanza bertambah satu. Lodong. Saat saya sekeluarga memasuki area Pasirjambu, pukul 8 kurang kemacetan mengepung panjang. Iring-iringan pawai khas agustusan membuat bahu jalan semakin menyempit. Saat tadi pulalah, Khanza bertanya-tanya tentang suara nyaring yang cukup memekakkan telinga. “Dum!!!” Suara berkali-kali terdengar dari potongan bambu yang dicampur karbit dan air. 
Hari ini kami memanfaatkan libur merah satu hari dengan berkunjung ke Abah Enin-nya Khanza di Ciwidey. Melepas rindu sejenak dan bermain dengan sepupunya Khanza. Setiap ke Ciwidey, Khanza pasti ingat kalau di sekitar lapang ada perangkat playground anak TK. Antusiaslah dia berlari dan berkali-kali meluncur dari perosotan. 

Aktivitas lainnya yang tak luput dari perhatiannya adalah corat-coret again. Dimana ada krayon, di situ Khanza mulai beraksi. 😁😀

Hari ini sebenarnya berharap ada sejenis lomba yang bisa buat anak balita, tapi kami seharian hanya bisa menikmati kemacetan dari pinggir jalan. Sesekali Khanza menagih cemilan wafer dan ujungnya rewel karena ingin tidur siang. Semoga tidak kapok karena pernah dengar dentuman lodong, ya, Nak! 😂

#Day8 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Dunia Emak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #4 : Tersisa Manja


Alhamdulillah bertepatan hari ke-4 family project, Khanza sudah ceria kembali. Perlahan nafsu makannya tak seminim hari-hari lalu. Apa yang tersisa sekarang? Kalau kata orang Sunda mah, kantun ogona. Kalau kemarin inginnya menyendiri, nah sekarang malah ingin menempel terus sama bundanya. Saya ingin ke ruang depan untuk makan pun, dia protes karena ingin ditemani di kamar.

Julukannya pun perlahan berganti. Biasanya saya memanggil Khanza dengan sebutan De Khanza atau Dede. Sekarang Khanza menginterupsi untuk dipanggil, “Teteh Khanza, Bunn” 😄😊 Apa Khanza mau punya adik? 😅 Sebenarnya jadi senang juga panggilannya berbeda. Menumbuhkan naluri sebagai anak yang di-teteh-an meski belum ada adik. Biar tak terlalu lama di-dede-kan dan manja. Bahasanya agak belibet juga. 😁

Hari ini Khanza bisa kembali bantu bundanya menjemur dengan estafet baju-baju kecilnya. Tak sempat difoto karena nanggung tangan bundanya basah dan ayahnya sedang input data. Tangan Khanza begitu asyik menampung tetesan air jemuran. 

Tak lama kemudian Khanza menemani saya ber-handlettering ria di ruang depan. Ia pun tak segan membuka cepuk dan mengambil pulpen juga spidol. Mulailah Khanza meniru bundanya menggoreskan coretan khasnya. Dengan adanya banner yang melapisi dinding, berguna juga bagi Khanza mencoreti dengan bebas tanpa khawatir mengotori tembok. 

Khanza sangat senang begitu ayahnya memberikan bola-bola plastik warna-warni. Ia langsung mengeluarkan sekaligus memasukkan kembali bola-bolanya, bahkan tas bunda pun ikut menampung beberapa bola. 

Hari ini berharga meski tak kemana-mana. Menemani Khanza di rumah dengan celotehnya kembali terdengar membuat saya menyimpan segala penat yang ada. Tersadar esok hari Senin menjelang dan kami kembali pada ritme antar pagi dan jemput sore hari. 

#Day4 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Keluarga, ODOPers

Family Project #3 : Beralih Agar Pulih


Bismillah walhamdulillah…

Diare Khanza sudah berkurang tinggal lemasnya yang masih ada. Ditambah maunya merebah seharian. Sesekali Khanza malah meminta saya keluar kamar dan nonton TV. Kesannya ia ingin menyendiri.

Saya mencoba mengalihkan perhatiannya agar ia kembali bereksplorasi. Memanfaatkan dinding ruang depan dengan memasang banner bekas. Banner tersebut dirancang sebagai wahana corat-coret Khanza sekaligus display keluarga. 

Proses mengalihkan perhatian ini sebagai upaya kecil agar Khanza tidak bosan karena berbaring terus. Memberinya sedikit aktivitas agar tak terlalu kaku bergerak. Syukurlah Khanza antusias ketika melihat kuas dan cat air berwarna hijau. Ia nampak leluasa menggoreskan kuas dan membiarkan tangannya berlumuran cat. Khanza nampak serius melukis di banner dengan acak. 

Selanjutnya ia pun bergerak ke kamar untuk bobo siang. Saat saya ingin menemaninya dan merebah. Betapa godaan terbesar adalah tumpukan setrikaan sudah menunggu untuk disentuh. Baiklah, bangkit dan segera eksekusi, meski ingin sekali mendekap Khanza sambil tidur siang sejenak. Memanfaatkan waktu mumpung Khanza masih tidur dan akhirnya saya berhasil meraih bagian bawah keranjang dan membuat menara lipatan baju. Horeee… Selanjutnya, lipatan ini siap mendarat di lemari. 😊😄😅

Faidza faraghta fanshab. Melalui family project ini membuat saya menyesuaikan ritme dan terus berproses step by step. Apalagi yang harus dituntaskan selanjutnya. Terlebih, rancangan family project begitu menggoda untuk menyiapkan kejutan untuk anak dan suami. Meski hanya lewat sajian nasi liwet dan memutar video Khanza saat bayi. Semangaaat! 😍😊😉

#Day3 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP