Bunsay IIP, Dunia Emak, Essai, Keluarga

Aliran Rasa Melatih Kemandirian Anak 


Alhamdulillah setelah melalui tantangan melatih kemandirian hari ke hari, semakin yakin dengan proses yang tak ada habisnya. Terkadang harus menghadapi anak yang semakin kuat dalam setiap keinginan. Semoga semakin dikuatkan dalam mendampingi tanpa intervensi yang merusak.

Badge yang tersemat hanyalah setitik motivasi untuk terus menaklukkan tantangan hari demi hari. Masih banyak hal yang harus dijalani. Berteman dengan semua suasana tak terduga.

#MelatihKemandirian #tantangan10hari #aliranrasa #BunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-17 : Saat Harus Ditinggal Pergi


Jika Sabtu menjadi waktu berkumpul keluarga, maka Sabtu ini Khanza kembali saya tinggal pergi untuk menunaikan amanah dalam sosialisasi program sekolah. Kemandirian apa yang ditumbuhkan? Saya rasa Khanza sudah terlalu banyak ditempa dengan proses kemandirian yang dialaminya sehari-sehari. Mandiri dalam soal ditinggal pergi. Kadang sesekali saya bawa ke sekolah saat tidak ada jam mengajar pada semester lalu. 

Mandiri itu ketika Khanza hari-hari biasa saya mengajar selalu siap dikondisikan. Bangun sejak Shubuh, mandi lebih pagi, dan bersiap berangkat sesekali dibonceng ayahnya di depan. Dan itu semua kadang tanpa keluhan. Seolah ia telah mengerti ritme hidup yang akan kami jalani tahun-tahun kedepan. 

Ada rasa yang mengganjal dalam tantangan melatih proses kemandirian ini. Sebuah rasa merasa tak sempurna. Melatihnya dalam waktu membersamai yang begitu terbatas. Terbayang kondisi ideal dalam benak, menemaninya sepanjang waktu di rumah, memberikan tantangan-tantangan dengan bermain dan beraktivitas bersama. Namun, saya harus menyesuaikan ritme sebagai ibu bekerja dengan mengajar full Senin-Jumat. 

Keceriaan Khanza mengalahkan rasa penat. Pagi sebelum berangkat ia bermain dengan kucing di teras sambil mengajak ngobrol. Mengamati dekat-dekat sambil berceloteh. Saya pun pelan-pelan pamit sambil menjinjing tas. Tiba-tiba ia berlari ke arah saya dan memeluk erat. Saya pergi diiringi isak tangisnya. Seakan menegaskan dan tak mau lepas dari pelukan. Khanza butuh bunda hari Sabtu dan Ahad. Kenapa ditinggal juga di hari libur.😢😭

Acara di sekolah berlangsung jelang sore. Saya menelpon ibu untuk memastikan Khanza baik-baik saja. Katanya sedang anteng bermain. Jam-jam pulang itu begitu mendebarkan hari ke hari. Ingin rasanya segera tiba dan memeluknya lebih erat. Benar saja, Khanza langsung berteriak girang di jendela ketika saya tiba. 😍😘

Proses mandiri ini terus berlanjut hingga nanti. Hingga Khanza siap menapaki fase aqil balighnya. Berupaya memaksimalkan ikhtiar dengan menyesuaikan ritme kehidupan yang berbeda. Mencoba tak terintimidasi dengan nada minor dalam diri ketika merasa lemah tak sempurna dibandingkan ibu-ibu di ranah domestik yang lain. Karena Allah memberikan jalan berbeda. Betapa rasa syukur membuat segala perbedaan begitu berharga pada setiap porsinya. 

#Level2 #tantangan10hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-16: Laporan dan Tanya-Jawab


Sebelum tidur, Khanza hari ini meminta “tita-tita” dulu 😅. Iyap, maksudnya ingin cerita-cerita dengan bundanya. Hari ini kemana saja, melakukan apa, dengan siapa. Pokoknya laporan sederhana meskipun tidak selengkap 5W 1H.

“De, hari ini kemana?”

Saya bertanya demikian karena berusaha mengonfirmasi postingan snapgram adik saya yang memuat Khanza sedang makan es krim.

“Ke omat, bun.” Omat di sini maksudnya nama sebuah minimarket yang tak jauh dari rumah.😊😅

“Sama bibi jalan kaki beli es krim. Es krimnya enak.” ujar Khanza dengan kalimat yang cukup beranak. Alhamdulillah momen ini semacam laporan berharga dan tanya-jawab sederhana sebelum tidur.

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-15 : Tahu Urutan Sebuah Aktivitas


Melatih anak mandiri adalah percaya bahwa dirinya bisa menuntaskan kebutuhannya dengan sedikit atau tanpa bantuan. “Cuci tangaaan, Nda.” Ia langsung meluncur menuju kamar mandi ketika tangannya sudah penuh coretan spidol bekasnya menulis. 

Meski belum sempurna benar alias masih ada bekas warna di tangannya. Alhamdulillah Khanza sudah mengerti tentang urutan mencuci tangan, dari mulai membuka pintu 😅 sampai menyeka tangan yang basah di pengering boneka. 

Ooya segala benda bisa beralihfungsi sesuai imajinasinya. Contohnya kaleng wafer jadi kursi putar. 😆

Memberikan kesempatan cuci tangan sendiri efeknya tentu baik tapi bunda harus rela mengganti baju atasan karena basah kuyup kena air keran. 😂😑

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-11 : Antara Mandiri dan Egosentris


Tak selamanya proses berjalan mulus, termasuk dalam melatih kemandirian. Ada kalanya berujung tangisan dan mencak-mencak kesal karena kesulitan. Mungkin itu juga pernah saya alami ketika sebelum menikah. 

Seperti halnya kemarin, Khanza tidak tidur siang karena seharian beraktivitas. Sampai-sampai piyamanya mesti diganti karena lengket belepotan makan jeruk sendiri. Saya menunda mengganti bajunya hingga ia mulai mengantuk. 

Mandiri itu kadang anak tak bicara apapun. Tahu-tahu saja barang sudah berantakan karena ia butuh sesuatu. Hari ini Khanza kembali membongkar satu jajar deretan buku untuk membaca buku cerita “Anak Muslim Cerdas”. Buku-buku pun berserakan di karpet. Sebelum saya memintanya membereskan, ia ternyata pup. Dibawalah ke kamar mandi sekaligus ganti baju. 
Setelah selesai membersihkan diri, ia kembali pada aktivitasnya. Buku dibereskan sebisanya dengan ditumpuk dan diselipkan. 

Sebenarnya Khanza sudah mengantuk tapi masih memaksakan diri memindahkan spidol warna ke box kecil. Ketika spidolnya tak cukup untuk ditutup rapat, ia menangis keras. Nah ini sudah puncaknya lelah tapi masih belum mau tidur. Akhirnya saya pun membuatkannya susu. Tak lama kemudian, Khanza tertidur pulas setelah susunya habis. 

Membersamai Khanza hari ini saya berpikir antara mandiri dan egosentris kadang beda tipis. Tapi tergantung bagaimana kita memandang. Khanza mungkin tak mau merepotkan bundanya dengan berinisiatif mengambil buku walau acak-acak dulu. 

Melatih kemandirian lagi-lagi mengajarkan saya tentang memberi kesempatan. Tetap mendampinginya dengan berusaha meminimalisir intervensi. Belajar menahan diri untuk tak selalu membantu “Sini sama Bunda.” Memberinya kesempatan berarti memberikannya ruang sesuai tempo kemampuannya. 

#Level2 #tantangan10hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-10 : Luput Bobo Siang 


Sabtu ini Khanza full aktivitas bersama bundanya. Tadinya berharap bisa bobo cantik siang-siang sambil mendekapnya barang sejenak. Iya berharap banget. Apalah daya, energi si kecil itu sesuatu yang memaksa bundanya melek seharian. 

Apapun Khanza lakukan dengan semangat. Tentu saja dengan kegiatan sesuai permintaannya sendiri. Mulai dari ingin bantu bunda menjemur, makan sop sampai airnya tumpah, lihat album foto, hingga aktivitas jelang tidur malam. Bobo siang pun luput begitu saja. Khanza full seharian energik dengan gaya lincahnya. Hingga request susu sebelum tidur.

Saat saya selesai cuci baju, Khanza memaksa ingin bantu sampai angkat satu per satu baju basah yang cukup berat untuknya. Jadi saya coba mengalihkan perhatiannya untuk estafet jepitan baju saja agar tetap membantu sesuai kemampuannya. Masya Allah nalurinya untuk membantu cukup kuat.

Kemudian saat makan, Khanza sempat menumpahkan air sop di lantai dan bisa diarahkan untuk mengelapnya sendiri. Setelah itu ingin lihat album foto dan kucing makan di halaman rumah. 

Aktivitas sore hari, Khanza ingin main puzzle kesukaannya dengan memasang objeknya satu per satu. Masih harus diarahkan untuk menyesuaikan bentuk dan akhirnya girang bertepuk tangan ketika selesai. Puzzle terhampar, ia pun menggelepar merebah santai. Saya kira Khanza mau langsung bobo di atas puzzle-nya. Ternyata kelincahan tetap berlanjut dengan posisi siap-siap beraksi di atas panggung. Khanza menyanyi di atas puzzle-nya sambil goyang sana-sini. 

Setelah itu, ia berinisiatif membawa cangkir dari dapur untuk minum dan meminta dituangkan air di ruang depan. Mau buang sampah bekas cemilannya di tempat sampah dapur. 

Membersamainya di akhir pekan membuat saya berpikir lama dan berandai-andai. Alangkah indahnya jika hari-hari biasa seperti ini. Bisa penuh berada di sisinya. Namun, saya nyatanya masih harus membersamai dalam waktu yang terbatas sepulang mengajar Senin sampai Jumat. Bagaimanapun dalam waktu yang berharga, membersamainya dengan melatih kemandirian adalah sebaik-baik bekal untuk Khanza selanjutnya. Agar ia bisa belajar banyak hal sebagai persiapan bina diri sendiri, bahkan jika saya sudah tak ada di sisinya. Ya Rabb… Kuatkan raga ini, lapangkan hati ini, untuk selalu total mendampingi tumbuh kembangnya. Aamiin.

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP #harike10 #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days

Bunsay IIP, Dunia Anak, Essai, Foto dan Cerita, ODOPers

Melatih Kemandirian Hari ke-9 : Memberikan Kepercayaan


Saat mulai berani naik dan memanjat satu per satu anak tangga, apa yang dipikirkan? Mungkin terbersit untuk menyetop pergerakan anak karena khawatir jatuh karena licin dan sebagainya. Namun Khanza di usia 2 tahun 4 bulan ini sudah ingin dibiarkan sendiri. Naik tangga sendirian dan turun pun sendiri. 

Jika naik saya masih bisa biarkan sendiri tapi tetap mengikutinya dari belakang. Namun kalau turun saya masih agak ragu memberikannya kesempatan. 

Ternyata untuk menjangkau kemampuan lain yang lebih menantang adalah tentang memberikan kepercayaan​. Percaya dengan kemampuan si kecil dan yakin kalau dirinya bisa menaklukkan tantangan. Hari ini ia sudah lancar naik tangga. Naik tangga yang sudah sering dilakukannya sejak usia 1,5 tahun lebih. Kadang kalau lengah memperhatikan, tiba-tiba Khanza sudah mencapai anak tangga teratas. 
Yang masih harus dilatih selanjutnya adalah memberikan kepercayaan bagi Khanza untuk Toilet Training. Ini masih PR besar bagi saya karena Khanza belum lepas diapers. Untuk TT, benar-benar perlu konsistensi dan uji nyali kesabaran. 😅Pernah Khanza saya coba tanpa diapers di rumah, alhasil dalam 2 jam kurang ia sudah mengompol dan bilang ketika sudah basah tergenang. Ketika pakai diapers, Khanza pernah bilang ingin pup dan saya cek pupnya belum keluar. Langsunglah saya bergegas membawanya ke kamar mandi. Berharap Khanza mengeluarkan sesuatu di kamar mandi itu rasanya membuat lega. Nah, ketika sudah jongkok di atas kloset, ternyata pupnya tidak keluar-keluar juta setelah bermenit-menit berlalu. Hanya beberapa tetes air pipis yang keluar. 😆😑 “Udah Bun, ga jadi,” ujar Khanza dan saya gontai melangkah keluar. TT masih terus berlanjut dengan upaya tanpa henti. Mungkin ikhtiarnya​ belum maksimal.

Melatih kemandirian memberikan pelajaran bermakna bagi saya untuk siap memberikan kepercayaan sekaligus mau repot di awal. Repot dengan pembiasaan yang konsisten bagi kita dan anak. Dan inilah tantangan sebenarnya, menaklukkan rasa malas dan siap mengarungi repotnya hari agar anak mandiri.

#Level2 #MelatihKemandirian #tantangan10hari #BunsayIIP #khanzalayyina #28month #ODOPfor99days