Percaya Diri dan Ekspresikanlah!


Hari ini saya menyerap banyak hal berharga. Binar keceriaan terpancar dari performa anak-anak menampilkan puisi dan lagu. Beberapa di antara mereka masih ragu untuk melepaskan ekspresi dan vokal yang maksimal. Ya, selalu ada dua kutub berlawanan dalam setiap kondisi. Ada yang sungguh-sungguh menjalani, ada juga yang hanya numpang mengisi ruangan tanpa mengapresiasi. Berkerumun, mengobrol dengan ocehan masing-masing. … Lanjutkan membaca Percaya Diri dan Ekspresikanlah!

Iklan

Fotografer Cilik


Setiap Jumat Pkl. 13.30 - 15.00 WIB di SDHT (Sekolah Dasar Hikmah Teladan), beberapa anak menenteng kamera DSLR sambil berburu foto mulai dari ujung aula sampai gerbang sekolah. Sebagian lagi menggunakan kamera HP dan memotret sana-sini. Lalu berseru saat mereka telah mendapatkan beberapa foto, "Bu, bu ini gimana? Angle-nya sudah bagus belum?" Saya tersenyum dan … Lanjutkan membaca Fotografer Cilik

Atas Nama Seni


Begitu klasik. Klise. Ucapan yang terus berulang itu hanyalah sebuah alibi. Atas nama seni, tubuh wanita dianggap sebuah keindahan yang boleh diumbar. Atas nama seni, hiburan sebejat apapun efeknya, dianggap sebuah kelaziman. Kembali pada rumus klasik, SENI. Sebenarnya apa batasan seni? Kata ini begitu elastis untuk ditafsirkan. Boleh jadi, seni menurut artis, sutradara, produser, wartawan, … Lanjutkan membaca Atas Nama Seni